LUKA YANG PALING MENYAKITKAN

Luka yang paling menyakitkan dalam hidup bukanlah kematian,
tetapi menjadi orang yang diabaikan.
kehilangan orang yang sangat kita cintai,
lantaran berubah menjadi seseorang yang tidak peduli denganmu sama sekali.

Luka yang paling menyakitkan dalam hidup bukanlah kematian,
tetapi menjadi orang yang dilupakan.
menjadi orang yang dilupakan setelah kita memberikan yang terbaik.
menjadi orang yang tidak mempunyai teman or saudara kita,
walau hanya sekadar untuk saling menyapa.
Ketika kau memerlukan seseorang untuk memacu semangatmu,
tapi kau menyadari bahawa hanya seseorang yang masih peduli denganmu
yiaitu . . . . kamu sendiri.

Hidup memang penuh penderitaan, tapi akankah ini terbaik???
akankah semua orang saling peduli,
dan menyediakan waktu untuk mereka yang memerlukan ?
Setiap orang mempunyai peranan untuk dimainkan di panggung yang besar
yang kita sebut kehidupan yang bersifat sementara.
Setiap orang punya kewajipan terhadap lingkungan sekitarnya
untuk mengatakan bahawa kita menyayangi mereka.
Kau tidak akan mendapat hukuman jika kau tidak mempedulikan teman-temanmu or saudaramu bahkan sahabat.

Ingatlah, begitu kita memasuki kehidupan (seseorang),
kita tidak dapat menilai kesedihan, kesepian
atau keputus-asaan orang hanya dari ekspresi muka.
Kita perlu mengenalnya lebih dalam lagi, menghargai mereka,
dan tunjukkan kepada mereka kita peduli dengan mereka.


ufie el fayet

0 Comments:

Post a Comment