Mampukah persahabatan tanpa cinta? mampukah cinta tanpa persahabatan
0 komentar Diposting oleh Salsabilah di 22.12Sering kali kita ditemui banyak orang yang coba memisahkan Persahabatan dan Cinta kerana mereka berfikir, ?Kalau Persahabatan sudah di dasari dengan Cinta, pasti akan jadi sulit!?. Terutama bagi mereka yang menjalin persahabatan antara seorang lelaki dan wanita.
Persahabatan merupakan bentuk hubungan yang indah antara manusia, di mana Cinta hadir untuk memberikan senyumnya dan mewarnai Persahabatan. Tanpa Cinta, Persahabatan mungkin akan diisi dengan Kecewa, Benci, Marah dan berbagai hal yang membuat Persahabatan tidak lagi indah. Berhentilah membuat batas antara Cinta dan Persahabatan, biarkan mereka tetap menjadi Teman baik. Yang harus diluruskan adalah Cinta bukanlah perusak Persahabatan, Cinta memperindah persahabatan kita.
Seringkali Cinta hanya dijadikan kambing hitam sebagai perusak sebuah persahabatan. SALAH BESAR !!! Seharusnya dengan adanya Cinta, persahabatan akan semakin menyenangkan. Buat teman-teman yang sedang menjalin Persahabatan. Penuhilah persahabatanmu dengan Cinta, berikanlah Cinta yang terbaik untuk sahabatmu.
Buat teman-teman yang sedang mengalami goncangan dalam persahabatan, jangan salahkan Cinta! Tetapi cobalah perbaiki persahabatanmu dengan cinta kerana cinta akan menutupi segala kesalahan, mengampuni dengan mudah dan membuat segala sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin.
Buat teman-teman yang belum mengerti arti Persahabatan, cobalah memulai sebuah persahabatan. Dengan persahabatan kalian akan semakin dewasa, tidak egois dan belajar untuk mengerti bahawa segala sesuatu tidak selalu terjadi sesuai dengan keinginan kita.
Buat teman-teman yang sedang kecewa dengan Persahabatan. Renungkanlah;?
Apakah kita sudah menjalani Persahabatan dengan benar??
Dan cobalah memahami arti persahabatan buat hidupmu. Keinginan, semangat, pengertian, kematangan, kelemahlembutan dan segala hal yang baik akan engkau temui dalam persahabatan.
dr silakanterpesona.blogspot.com
Akhwat sejati tidak dilihat dari jilbabnya yang
anggun, tetapi dilihat dari kedewasaannya dalam
bersikap.
Akhwat sejati tidak dilihat dari retorikanya ketika
aksi, tetapi dilihat dari kebijaksanaannya dalam
mengambil keputusan.
Akhwat sejati tidak dilihat dari banyaknya ia
berorganisasi, tetapi sebesar apa tanggungjawabnya
dalam menjalankan amanah.
Akhwat sejati tidak dilihat dari kehadirannya dalam
syuro’, tetapi dilihat dari kontribusinya dalam
mencari solusi dari suatu permasalahan.
Akhwat sejati tidak dilihat dari tasnya yang selalu
membawa Al - Qur’an, tetapi dilihat dari hafalan dan
pemahamannya akan kandungan Al - Qur’an tersebut.
Akhwat sejati tidak dilihat dari aktivitasnya yang
seabrek, tetapi bagaimana ia mampu mengoptimalisasi
waktu dengan baik.
Akhwat sejati tidak dilihat dari IP-nya yang cumlaude,
tetapi bagaimana ia mengajarkan ilmunya pada umat.
Akhwat sejati tidak dilihat dari tundukan matanya
ketika interaksi, tetapi bagaimana ia mampu
membentengi hati.
Akhwat sejati tidak dilihat dari partisipasinya dalam
menjalankan kegiatan, tetapi dilihat dari
keikhlasannya dalam bekerja.
Akhwat sejati tidak dilihat dari sholatnya yang lama,
tetapi dilihat dari kedekatannya pada Robb di luar
aktivitas sholatnya.
Akhwat sejati tidak dilihat kasih sayangnya pada orang
tua dan teman - teman, tetapi dilihat dari besarnya
kekuatan cinta pada Ar - Rahman Ar - Rahiim.
Akhwat sejati tidak dilihat dari rutinitas dhuha dan
tahajjudnya, tetapi sebanyak apa tetesan air mata
penyesalan yang jatuh ketika sujud
Seorang akhwat sejati bukanlah dilihat dari kecantikan
paras wajahnya,
tetapi dilihat dari kecantikan hati yang ada di
baliknya.
Akhwat sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang
memesona,
tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk
tubuhnya.
Akhwat sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya
kebaikan yang ia berikan
tetapi dari keikhlasan ia memberikan kebaikan itu.
Akhwat sejati bukan dilihat dari seberapa indah
lantunan suaranya,
tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya
bicarakan.
Akhwat sejati bukan dilihat dari keahliannya
berbahasa,
tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara.
Akhwat sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam
berpakaian
tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani
mempertahankan kehormatannya.
Akhwat sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya
digoda orang di jalan
tetapi dilihat dari Kekhawatiran dirinyalah yang
mengundang orang jadi tergoda.
Akhwat sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak
dan besarnya ujian yang ia jalani
tetapi dilihat dari sejauhmana ia menghadapi ujian itu
dengan penuh rasa syukur.
Dan ingatlah …
Akhwat sejati bukan dilihat dari sifat supelnya dalam
bergaul,
tetapi dilihat dari sejauhmana ia bisa menjaga
kehormatan dirinya dalam bergaul.
di ambil dr blog checool
