Ya Allah jika aku layak masih ada permintaan kepada_Mu
Aku mohon dengan sangat . .
Perbanyaklah saudara-saudaraku, sahabat-sahabatku yang baik ini
Dengan ilmu yang manfaat . .
Hiasilah hati sahabatku dengan kesabaran . .
Muliakanlah wajah sahabat2ku dengan ketakwaan . .
Perindahlah fisiknya dengan kesehatan
Karena mereka adalah sahabat2ku yang paling baik . .
Yang ada dlam hatiku . .
Aku mohon kepadamu Ya Robb . .
Dan berikan kemudahan bagi mereka dlm mencari ilmu di jalan_Mu
Karena mereka mencari ilmu untuk kehidupan dunia n akhert
Aku Mohon dg sangat kabulkanlah do'aku Ya Robb . ..
Amien . . . Amien . . . Ya Robbal 'Alamien . . .
Jujur dalam hati ini kadang aku selalu memikirkan pujaan hati aku, ga tau kenapa aku begitu sangat mencintainya tp cintaku ama Allah itu no satu. dulu waktu aku di tinggalkan sama dia untuk menuntut ilmu aku sangat sedih banget . . .
Dia sms aku untuk pamitan dan meminta do'a agar dia disana sukses dalam mencari ilmu n pulang di tanah air dngn bekal ilmu yang di dapat . .
Aku sangat merindukanmu, aku sangat mencintaimu entah kapan hati ini bisa melupkan kamu . .
aku tidak liat fisik atau kekayaan tapi yang aku liat adalah akhlak kamu, aku suka dg itu. . . dimana kbr kamu disana?
Semoga kamu disana dalam keadaan sehat selalu dan tetap istiqomah di jalan Allah.
Aku sangat menanti kedatanganmu, butuh waktu bertahun2 aku menunggu kamu, entah aku akan setia tidak sama kamu tp aku akan coba menunggu kamu beberapa tahun lagi.
Aku sungguh mencintaimu, aku pengen kamu orang yang akan menyempurnakan separuh dari agamaku . . .
aku pengen kamu pilihan hati aku yang akan Allah berikan buat akua (moga aja) yang akan menjadi Imam aku, yang akan berbagi sukan or duka dalam mengarungi bahtera rumah tangga . . .
aku pengen kamu yang menjadi calon suami aku kelak.
Ya Allah jika ENGKAU izin kan pada hamba berikan orang yang terbaik buat kehidupan hamba, orang yang paling aku damba di setiap waktu.
Ya Allah kalau memang dia yang terbaik menurut ENGKAU dekatkanlah dia sll buat aku
Tapi kalau memang dia bukan pilihan yang terbaik jauhkanlah dia dari penglihatanku, ganti orang yang sesuai yang menurut ENGKAU baik . .
apapun yang ENGKAU kasih hamba teriman dengan ikhlas dan lapang dada . . .
Tapi hamba mohon dengan sangat moga aja dia yang terbaik buat hamba karena hamba terlanjur mencintai dia, hati aku msh ada dia blm bisa menerima orang yang cocok.
moga ENGKAU mendengarkan rintihan hati ini n engkau mengijabahnya . . amien amien ya robbal 'alamien..
teruntuk orang yang aku rindukan (Pujaan hatiku)
Mampukah persahabatan tanpa cinta? mampukah cinta tanpa persahabatan
0 komentar Diposting oleh Salsabilah di 22.12Sering kali kita ditemui banyak orang yang coba memisahkan Persahabatan dan Cinta kerana mereka berfikir, ?Kalau Persahabatan sudah di dasari dengan Cinta, pasti akan jadi sulit!?. Terutama bagi mereka yang menjalin persahabatan antara seorang lelaki dan wanita.
Persahabatan merupakan bentuk hubungan yang indah antara manusia, di mana Cinta hadir untuk memberikan senyumnya dan mewarnai Persahabatan. Tanpa Cinta, Persahabatan mungkin akan diisi dengan Kecewa, Benci, Marah dan berbagai hal yang membuat Persahabatan tidak lagi indah. Berhentilah membuat batas antara Cinta dan Persahabatan, biarkan mereka tetap menjadi Teman baik. Yang harus diluruskan adalah Cinta bukanlah perusak Persahabatan, Cinta memperindah persahabatan kita.
Seringkali Cinta hanya dijadikan kambing hitam sebagai perusak sebuah persahabatan. SALAH BESAR !!! Seharusnya dengan adanya Cinta, persahabatan akan semakin menyenangkan. Buat teman-teman yang sedang menjalin Persahabatan. Penuhilah persahabatanmu dengan Cinta, berikanlah Cinta yang terbaik untuk sahabatmu.
Buat teman-teman yang sedang mengalami goncangan dalam persahabatan, jangan salahkan Cinta! Tetapi cobalah perbaiki persahabatanmu dengan cinta kerana cinta akan menutupi segala kesalahan, mengampuni dengan mudah dan membuat segala sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin.
Buat teman-teman yang belum mengerti arti Persahabatan, cobalah memulai sebuah persahabatan. Dengan persahabatan kalian akan semakin dewasa, tidak egois dan belajar untuk mengerti bahawa segala sesuatu tidak selalu terjadi sesuai dengan keinginan kita.
Buat teman-teman yang sedang kecewa dengan Persahabatan. Renungkanlah;?
Apakah kita sudah menjalani Persahabatan dengan benar??
Dan cobalah memahami arti persahabatan buat hidupmu. Keinginan, semangat, pengertian, kematangan, kelemahlembutan dan segala hal yang baik akan engkau temui dalam persahabatan.
dr silakanterpesona.blogspot.com
Akhwat sejati tidak dilihat dari jilbabnya yang
anggun, tetapi dilihat dari kedewasaannya dalam
bersikap.
Akhwat sejati tidak dilihat dari retorikanya ketika
aksi, tetapi dilihat dari kebijaksanaannya dalam
mengambil keputusan.
Akhwat sejati tidak dilihat dari banyaknya ia
berorganisasi, tetapi sebesar apa tanggungjawabnya
dalam menjalankan amanah.
Akhwat sejati tidak dilihat dari kehadirannya dalam
syuro’, tetapi dilihat dari kontribusinya dalam
mencari solusi dari suatu permasalahan.
Akhwat sejati tidak dilihat dari tasnya yang selalu
membawa Al - Qur’an, tetapi dilihat dari hafalan dan
pemahamannya akan kandungan Al - Qur’an tersebut.
Akhwat sejati tidak dilihat dari aktivitasnya yang
seabrek, tetapi bagaimana ia mampu mengoptimalisasi
waktu dengan baik.
Akhwat sejati tidak dilihat dari IP-nya yang cumlaude,
tetapi bagaimana ia mengajarkan ilmunya pada umat.
Akhwat sejati tidak dilihat dari tundukan matanya
ketika interaksi, tetapi bagaimana ia mampu
membentengi hati.
Akhwat sejati tidak dilihat dari partisipasinya dalam
menjalankan kegiatan, tetapi dilihat dari
keikhlasannya dalam bekerja.
Akhwat sejati tidak dilihat dari sholatnya yang lama,
tetapi dilihat dari kedekatannya pada Robb di luar
aktivitas sholatnya.
Akhwat sejati tidak dilihat kasih sayangnya pada orang
tua dan teman - teman, tetapi dilihat dari besarnya
kekuatan cinta pada Ar - Rahman Ar - Rahiim.
Akhwat sejati tidak dilihat dari rutinitas dhuha dan
tahajjudnya, tetapi sebanyak apa tetesan air mata
penyesalan yang jatuh ketika sujud
Seorang akhwat sejati bukanlah dilihat dari kecantikan
paras wajahnya,
tetapi dilihat dari kecantikan hati yang ada di
baliknya.
Akhwat sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang
memesona,
tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk
tubuhnya.
Akhwat sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya
kebaikan yang ia berikan
tetapi dari keikhlasan ia memberikan kebaikan itu.
Akhwat sejati bukan dilihat dari seberapa indah
lantunan suaranya,
tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya
bicarakan.
Akhwat sejati bukan dilihat dari keahliannya
berbahasa,
tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara.
Akhwat sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam
berpakaian
tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani
mempertahankan kehormatannya.
Akhwat sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya
digoda orang di jalan
tetapi dilihat dari Kekhawatiran dirinyalah yang
mengundang orang jadi tergoda.
Akhwat sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak
dan besarnya ujian yang ia jalani
tetapi dilihat dari sejauhmana ia menghadapi ujian itu
dengan penuh rasa syukur.
Dan ingatlah …
Akhwat sejati bukan dilihat dari sifat supelnya dalam
bergaul,
tetapi dilihat dari sejauhmana ia bisa menjaga
kehormatan dirinya dalam bergaul.
di ambil dr blog checool
Robb . . .
Aku datang pada Mu dengan penuh kepasrahan
Ketika dihadapkan kepada pilihan terberat
Robb . . .
Beri ketetapan hati untukku
Hati yang terbaik yang sama-sama kita lihat
Hati yang bukan saja menyejukkan dalam pandanganku
Tapi hati yang telah kau lihat sampai menembus relung kalbunya . . .
Allah yang Maha Kuasa atas segala-galanya,
Maha melihat masa depan,
Maha mengetahui yang akan terjadi
Engkau jua yang mengetahui keinginan terdalam yang terbesit dihatiku
Yaa Allah Yaa Rahmaan Yaa Rahiim,...
Jika mendambanya adalah kesalahan
dan merindunya adalah kekeliruan
Tolong jangan biarkan hati ini terbuai dalam keindahan fatamorgana yang semu . . .
Jika kesempurnaannya bukan untukku . . .
Tolong bawa jauh dari relung hati ini . . .
Hapuskan khayalan keindahan tentangnya
dan jangan biarkan aku terlena dalam keindahannya . . .
Gantikan aku dengan kesempurnaan yang sebenarnya untuk dia
Tapi Wahai Tuhanku Almalikul Qudduus . . .
Jika kesempurnaanku adalah bersamanya
Beri aku kekuatan menentukan pilihan
Beri aku kesabaran dalam menjalani proses menggapainya
Jika dia memang untukku . . .
Jangan biarkan aku menyerah & terpuruk dalam belenggu masa lalu . . .
Smoga kau ridhoi kami untuk bersatu
Mengarungi sisa umur . . .
Menapaki jalan kearah Mu...
Dan melukis keindahan untuk dunia dan akhirat kami . . .
Tolong beri kesabaran yang penuh . . .
dalam melalui detik-detik waktu yang berjalan . . .
Allahumma Amiin . . . .Yaa Robbal 'Aalamiin.
memang susah kalau kita sudah dekat ama orng yg kita sayangi trus melupakan begitu saja . . .
karena mereka layaknya saudara dalam hidup kita seperti adikku (adik ktm gede hehe) aku tp ga usah di sebutin namanya . .
kadang kita brusaha untuk melupakannya tapi kenapa ga bisa?
karena semua memory yang telah kita lalui bnyak kenangan yang pahit dan maniz.
jangan pernah bersedih karena aku akan selaul ada tok kamu duhai saudariku.
aku pengen liat kamu bahagia dan ceria kaya dulu yang pernah aku liat.
aku sangat menyayangi kamu kaya saudara aku sendiri.
mungkin dengan adanya masalah ini, masalah yang ada
Kita prlu intropeksi untuk sementara waktu.
tentang apa yang telah pernah kita lakukan.
sering sekali aku selalu mneyakiti orang2 yg telah dekat dengan aku
bahkan kadang sering juga buat mereka menangis
tapi semua itu bentuk rasa sayng aku kepadamu duhai adikku
kasih dan sayang mu akan aku kenang sll.
kan aku kenang dlm hati ini
kebikan yg pernah kau berikan akan aku ingat
nasehat yg kau berikan biar itu sebagai motivasi aku untuk kedepan
aku rindu dengan semua yang telah pernah kita lalui.
aku rindu dg nasehatmu.
aku rindu dg cerita2mu.
aku rindu dg senyum dan ketawamu
aku rindu dengan semua itu
kapan itu akan kembali lagi
jangan pernah benci dengan diriku
jangan pernah lupain akuu duhai adikku
moga Allah sll melindungi kamu dan moga kamu semangt jalani hdp ini.

Dulu kau sangat peduli sama aku
Dulu kamu sangat perhatian ama aku
kamu yg dlu tlh merubh aku menjadi lbh baik
kamu yg sll bri aku nasehat agr lbh bae ke depan dan tetap semangat
kamu sering cerita suka atau duka ke aku ataupun sebaliknya
tp skrng smuanya tlh berubh d makan wkt
kamu tdk percya lg sama aku n perhatian yg dlu kamu berikan skrng tidak bhkan jarang
Bukan maksduku begini tp memang udah kenyataan
aku syg k kamu layaknya saudara sndri
aku kangen dg cerita2 kamu tp apkah km msh percya ama aku lg skrng,dng keadaan yg sudah brubh . . aku msh percya ama kamu . .
krn d mata aku kamu yg trbaik tp g tau d mata orng lain . .
aku g bs jagain kamu dg sepenuhnya n jg g brikan yg trbaik bwt kamu bahkan sering kecewain
mungkn aku bkn orng yg tpt bwt dngrn crita2 kamu . . .
emang bnr klw kita menyayangi orng jngn berlebihn krn berakbt kita akn membencinya
tp kita menyayanginya hny sekedarnya saja
begitupun jng trlalu benci krn bs saja kita menyayanginya
wlwpn kamu tidk percya lg tp aku yakin suatu saat kamu akn kmbli lg sprti biasanya . .
jang pernah lupain saya . .
ingt wkt2 dlu kebersamaan kita
aku kangen dg masa2 itu, akankah bisa kaya dulu lagi . . . moga aja
teruntk orng yg tlh bri aku naseht n orang yg pling aku sayangi. .
BAB I
PENDAHULUAN
Dalam perjalanan sejarah Islam, fiqih telah berkembang menjadi suatu disiplin ilmu yang sangat penting dan kajian wilayah fiqih sangat luas sekali yang meliputi aspek kehidupan manusia dalam hal perkataan, perbuatan bahkan niat dan sikapnya.
Dan dalam pembahasan Fiqih kali ini tentang “Thaharah” yang mana kata thaharah ialah bersuci atau suci. Di kalangan para ahli Fiqih, Thaharah mempunyai banyak pengertian yang antara lain suatu perkara yang menyebabkan seseorang diperbolehkan mengerjakan shalat seperti wudlu, mandi tayammum dan menghilangkan najis.
Moga makalah yang penulis buat ini bermanfaat buat semua dan khususnya bagi siapa saja yang ingin memperdalami fiqih ini.
BAB II
THAHARAH
A. Pengertian Thaharah
Thaharah berarti bersih (nadlafah), suci (nazahah) terbebas dari kotoran. Seperti tersebut dalam Al-Qur’an :
انهم اناس يتطهرون
“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri. (Al-A’raf/7:82).
ان الله يحب التوابين ويحب المتطهرين
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang mensucikan diri (bersih, baik dari kotoran jasmani ataupun kotoran rohani). (Al-Baqarah/2:222).
Urusan bersuci meliputi beberapa perkara yang berikut :
- Alat bersuci, seperti air, tanah dan sebagainya.
- Kaifiat (cara) bersuci.
- Macam dan jenis-jenis najis yang perlu disuci.
- Benda yang wajib disuci.
- Sebab-sebab atau keadaan yang menyebabkan wajib bersuci.
Menurut syara’ thaharah ialah mengangkat (menghilangkan) penghalang yang timbul dari hadats atau najis atau sesuatu pekerjaan yang dengan pekerjaan tersebut membolehkan kita untuk melakukan sholat atau diartikan dengan mengangkat hadats dan menghilangkan najis.
1. Air Untuk Bersuci
Air yang boleh untuk bersuci ada tujuh macam yaitu :
- Air hujan
- Air laut
- Air sungai
- Air sumur
- Air mata air (sumber air)
- Air es (salju)
- Air embun
Macam-macam dan pembagian air :
a. Air yang suci dan menyucikan
Air yang demikian boleh diminum dan sah dipakai untuk penyucian (pembersihan) benda yang lain. Yaitu air yang jatuh dari langit atau terbit dari bumi dan masih tetap (belum berubah) keadaannya, tentang air hujan berdasarkan firman Allah :
وينزل عليكم من السماء ماء ليطهركم به
“Dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk menyucikan kamu dengan air hujan itu.” (Q.S. Al-Anfal : 11).
Tentang air laut, sabda Nabi SAW :
هو الطهور ما ؤ ه, الحل ميتته
“Ia (laut itu) suci airnya, halal bangkainya”.
Tentang sir sungai, air sumber, air es, dan air embun, berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Ia berkata :
كان رسول الله صلي الله عليه وسلم : إذا كبر في الصلا ة سكت هنية قبل أن يقرأفقلت يا رسول الله ما يقول ؟ قال : اقول : اللهم با عد بيني وبين خطا ياي كما با عد ت بين المشرق والمغرب أللهم نقنى من خطايا ي كما ينقى الثوب الأبيض من الد نس اللهم اغسلنى من خطايا ي بماء الثلج و البرد (رواه البخاري و مسلم)
“Rasulullah saw, ketika bertakbir dalam shalat dim sebentar sebelum membaca (fatihah), saya bertanya :”wahai Rasulullah, apa yang tuan baca?”Nabi bersabda : Ya Allah, jauhkan diriku dari kesalahan sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat; Ya Allah, bersihkan diriku dari kesalahanku sebagaimana dibersihkannya kain yang putih dari kotoran; Ya Allah bersihkanlah diriku dari kesalahanku dengan air es dan embun.” (H.R. Bukhari dan Muslim).
Tentang air sumur, berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Sahl :
قالوا : يا رسو ل الله إنك تتوضاَ من بئر بضا عة ما ينجي الناس و الحائض و الجنب فقال رسول الله صلى الله عليه و سلم الماء طهورلا ينجسه شي ء
“Mereka (para sahabat) bertanya : “Ya Rasulullah, tuan berwudlu dengan air sumur budhaah, padahal orang banyak, orang yang haid dan orang yang junub dating kesana. “Nabi bersabda :”Air itu suci, sesuatu tidaklah menajiskannya.”
(Dihasankan oleh At-Tarmidzi dan disahkan oleh Ahmad dan lainnya).
Perubahan air yang tidak menghilangkan keadaannya atau sifat ‘suci menyucikan” baik perubahan itu pada salah satu sifatnya semu sifat-sifatnya yang tiga (warna, rasa dan baunya) adalah sebagai berikut :
- Berubah dengan sebab tempatnya, seperti air yang tergenang atau mengalir dibatu belerang.
- Berubah karena lama terletak, seperti air kolam.
- Berubah karena sesuatu yang terjadi padanya, seperti berubah dengan sebab ikan atau kiambang.
- Berubah dengan sebab tanah yang suci, begitu juga segala perubahan yang sukar memeliharanya, seperti berubah oleh sebab daun-daunan yang jatuh dari pohon-pohon yang berdekatan dengan sumur atau tempat air itu.
b. Air Suci tetapi tidak menyucikan
berarti zatnya suci tetapi tidak sah dipakai untuk menyuci sesuatu, termasuk dalam bagian ini tiga macam air.
1) Air yang telah berubah salah satu sifatnya dengan sebab bercampur dengan sesuatu benda yang suci selain daripada perubahan yang tersebut diatas, seperti air kopi, the dan sebgainya.
2) Air sedikit, berarti kurang dari dua Qullah, sudah terpakai untuk mengangkatkan hadats atau menghilangkan hukum najis, sedang iru itu tiak berubah siftanya dan tidak pula bertambah timbangannya.
3) Air pohon-pohonan atau air buah-buahan, seperti air yang keluar dari tekukan pohon kayu (air nira), air kelapa dan sebagainya.
c. Air Yang Bernajis
Air yang masuk bagian ini ada dua macam yaitu :
- Sudah berubah salah satu sifatnya dengan najis, air ini tidak harus (tidak boleh) diapkai lagi baik airnya sedikit ataupun banyak dan hukumnya seperti najis.
- Air bernajis tetapi tidak berubah salah satu sifatnya, air ini kalau sedikit berarti kurang drai dua qullah dan tidak pula harus (boleh) dipakai lagi malahan hukumnya sama dengan najis. Kalau airu itu banyak berarti dua qulla atau lebih dan hukumnya tetap suci-menyucikan.
Seperti sabda Raulullah SAW yang artinya “Air itu tak dinajisi sesuatu keculai apabila berubah rasanya atau warnanya atau baunya”. Riwayat Ibnu Majah dan Baihaqi.
d. Air yang makruh dipakai
Yaitu yang terjemur pada matahari dalam bejana selian bejana emas atau perak, air ini makruh dipakai untuk badan, tidak untuk pakaian terkecuali air yang terjemur ditanah seperti air sawah, air kolom dan tampat-tampat yang bukan bejana yang mungkin berkarat.
Sabda Rasulullah SAW :
عن عائشة رضي الله عنها أنها سخنت ماء فئ الشمس فقال صلى الله عليه و سلم لها لا تفعلى ياحميراء فانه يورث البرص
Dari ‘Aisyah, sesungguhnya ia telah memanaskan air pada cahaya matahari, maka berkata Rauslullah SAW kepadanya : “Janganlah engkau berbuat demikian, ya ‘Aisyah, sesungguhnya air yang dijemur itu dapat menimbulkan penyakit belang”. (Riwayat Baihaqi).
2. Menyamak Kulit
Kulit bangkai bias menjadi suci dengan disamak kecuali kulit anjing, kulit babi atau celeng dan kulit binatang yang lahir dari keduanya (anjing, babi).
Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa :
إذا د بع الاهاب فقد طهر (رواه ومسلم)
“Apabila kulit bangkai itu disamak sudah suci. ( H.R. Muslim)
Pengertian suci disini ialah kulit bangkai yang setelah disamak tersebut boleh dipergunakan untuk alat-alat seperti alas shalat, kantong air, alas tidur dan lain-lain tetapi tidak boleh dimkan.
3. Bejana emas dan perak
Tidak boleh memakai bejana dari emas dan perak, berdasarkan hadits Nabi bersabda :
لا تلبسوا الحرير ولا الديباج ولا تشر بوا في انية الذهب والفضة فانها لهم في الدنيا ولكم في الاخرة (روه البخارى و مسلم)
Nabi bersabda : “Kamu sekalian jangan memakai sutra dan minum dengan tempat dari emas atau perak, sesungguhnya benda-benda itu semua untuk orang-orang kafir di dunia (ini) dan untuk kamu (nanti) di akhirat.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat Muslim, Nabi bersabda :
الذي يشرب في انية الذ هب و الفضة اٍنما يجرجر في بطنه نار جهنم (رواه مسلم)
Orang yang minum dengan tempat (cangkir-gelas) yang terbuat dari emas dan perak, sesungguhnya ia memnuhi perutnya dengan apai neraka. (H.R. Muslim).
4. Siwak
Siwak ialah membersihkan mulut dan gigi. Siwak sangat perlu pada setiap waktu kecuali bagi orang yang sedang berpuasa sesudah matahari condong kea rah barat. Lebih-lebih dalam 3 keadaan berikut ini siwak sangat diutamakan.
- Sewaktu bangun tidur, Nabi membiasakannuya, seperti tersebut dalam hadits :
كان رسول الله صلى الله عليه وسلم, اذا استيقط من النوم اشتا ك , وروي : يشوص فاه با لسواك (رواه البخاري و مسلم)
Rasulullah SAW, ketika bangun tidur bersiwak. Menurut riwayat lain : menggosok mulutnya dengan siwak. (H.R. Bukhari dan Muslim).
- Ketika akan sholat (berwudhu), Nabi bersabda:
Kalau tidak aku merasa berat atas umatku (khawatir memberikan) sungguh akan kuperintahkan mereka bersiwak setiap hendak sholat.
لولا ان اشق على امتى لا مرتهم بالسواك عند كل صلا ة
(رواه البخاري و مسلم)
- Ketika mulut berbau (baik karena makan), seperti bau bawang putih, pete, jengkol, atau karena diam yang lama dn lain-lain.
Dalam riwayat yang lain, Nabi bersabda:
وعن عائشة رضى الله عنهما عن النبى صلى الله عليه وسلم قا ل : ركعتان بالسواك افضل من سبعين ركعة بلا سواك (رواه ابونعم)
Dari Aisyah ra. Dari Nabi saw.bersabda: shalat(sunah) 2 raka’at (yang dikerjakan) dengan bersiwak itu lebih baik dari sholat (sunah) 70 raka’at yang tidak dengan siwak. (HR. Abu Nu’aim).
Di samping itu di sunatkan juga bersiwak sebelum membaca Al-qur’an, dan di waktu giginya menguning Karena kotor, walaupun mulutnya itu tidak berbau.
Benda-benda yang termasuk najis
Sesuatu barang (benda) menurut hokum aslinya adalah suci, selama tak ada dalil yang menunjukkan bahwa benda itu najis. Benda najis itu banyak diantaranya sebagai berikut ;
- Bangkai binatang darat yang berdarah selain dari mayat manusia. Adapun bangkai binatang laut seperti ikan dan bangkai binatang darat yang tidak berdarah ketika masih hidupnya seperti belalang dan mayat manusia semuanya suci. Firman Allah :
حرمت عليكم الميتة
“Di haramkan atas kamu bangkai.” (Al-Maidah : 3).
Adapun bangkai ikan dan bangkai darat yang tidak berdarah, begitu juga mayat manusia, tidak masuk dalam umum arti bangkai dalam ayat tersebut karena ada keterangan lain. Juzu’ (bahagian) bangkai, seperti daging, kulit, tulang, dan lainnya semua itu najis menurut mazhab Syafi’i. menurut mazhab Hanafi yang najis hanya suku-suku yang mengandung roh (suku-suku yang bernyawa) saja, seperti daging dan kulit.
- Darah. Segala macam darah najis selain dari pada hati dan limpa. Firman Allah :
حرمت عليكم الميتة والدم و لحم الخنزير
“Di haramkan atas kamu memakan bangkai, darah dan daging babi.”
(Al-Maidah : 3).
Sabda Rasulullah :
احلت لنا ميتتان و دمان : السمك و الجراد والكيد و الطحال
“Telah dihalalkan bagi kita dua macam bangkai dan dua macam darah, ikan dan belalang, hati dan limpa.” (Riwayat Ibnu Majah).
Dikecualikan juga darah yang ketinggalan dalam daging binatang yang sudah disembelih, begitu juga darah ikan : kedua macam darah ini suci/dimaafkan artinya dibolehkan/dihalalkan.
- Nanah, segala macam nanah najis baik yang kental maupun yang cair karena nanah itu darah yang buusk.
- Segala benda yang keluar daripada dua pintu. Semua itu najis selain daripada mani, baik yang biasa seperti tahi, kencing atau yang tiada biasa seperti madzi. Baik pada hewan yang hahal dimakan ataupun daripada hewan yang tidak halal dimakan
- Arak : tiap-tiap minuman keras yang memabukkan.
Firman Allah :
انما الحمر و الميسر و الانصاب و الازلم رجس من عمل الشيطن
“Sesungguhnya arak, judi, berhala, dan bertenung itu najis keji, pekerjaan syaitan.” (Al-Maidah : 90).
- Anjing dan babi. Semua hewan suci kecuali anjing dan babi.
Sabda Rasulullah SAW :
قال النبى صلى الله عليه وسلم طهور اٍناء اًحد كم اٍذا ولغ فيه الكلب اًن يغسله سبع مرات او لا هن بالراب
“Cara mencuci bejana seorang kamu apabila di jilat anjing hendaklah dicampur dengan tanah.” Riwayat Muslim
- Bagian badan binatang yang diambil dari tubuhnya selagi hidup. Hukum bagian-bagian badan binatang yang diambil selagi hidup seperti bangkainya maksudnya kalau bangkainya najis yang dipotong itu juga najis seperti babi atau kambing. Kalau bangkainya suci yang dipotong sewaktu hidupnya suci pula seperti yang diambil dari ikan hidup, dikecualian bulu hewan yang halal dimakan, hukumnya suci.
Firman Allah :
ومن اصوا فيها واُو بارهاواشعارها ء اثنا
“Dari bulu-bulu binatang baik yang berupa bulu domba dan bulu unta atau berupa bulu kambing semua itu boleh dipakai (dibuat) perkakas rumah tangga”. (An-Nahl :80).
Macam-macam najis dan cara membasuhnya
Semua hewan itu tidak najis kecuali anjing dan babi dan anak yang dikeluarkan dari keduanya atau salah satunya. Setiap bangkai itu najis kecuali ikan, belalang dan bangkai manusia (mayat_. Semua sesuatu yang keluar dari qobul dan dubur najis kecuali mani dan kentut.
Najis ada 3 macam yaitu :
1. najis Mukhafafah (enteng), yaitu kencingnya anak lelaki belum berumur dua tahun dan belum makan apapun kecuali air susu ibunya. Sesuatu yang terkena najis ini disucikan cukup dengan memercikkan air pada tempat yang terkena najis tersebut sampai rata dan hilang zat najis dan sifat-sifatnya sebagaimana mencuci kencng orang dewasa.
2. Najis mughallazhah (tebal), yaitu najis anjing dan babi dan anak yang dikeluarkan dari keduanya atau salah satunya. Cara menghilangkannya yaitu dengan tujuh kali basuhan yang salah satunya dicampur dengan debu atau tanah yang suci, dihitung satu kali basuhan yaitu apabila najis tersebut hilang setelah dibasuh atau di cuci.
3. Najis mutawasithah (ringan), yaitu selain dari najis yang tersebut diatas, cara mensucikannya yaitu dengan mengalirkan air ke tampat yang tekena najis sampai hilang rasa, bau dan warnanya.
Wudlu
Syarat sah wudlu ada 5 perkara yaitu
- Islam
- Tamyiz (bias membedakan, sudah berakal)
- Airnya suci
- Tidak ada halangan batin (seperti akal tidak sehat)
- Tidak ada halangan dari agama (seperti sedang haid, nifas, dan lain-lain).
Rukun wudlu :
Rukun wudlu ada 6 perkara yaitu :
- Niat, niat dilakukan ketika membasuh muka. Nabi bersabda :
انما الاعمل بالنيات
“Semua perkara itu dengan niatnya (tergantung pada niatnya). (H.R. Bukhari dan Muslim).
- Membasuh muka.
Allah berfirman :
فا غسلوا وجوهكم
“maka basuhlah mukamu”. (Q.S. Al-Maidah : 6).
Yang dimaksud dengan muka ialah : antara tempat tumbuhnya rambut di kepala sampai ke dagu dan antara telinga kanan sampai telinga kiri.
- Membasuh dua tangan sampai siku.
Allah berfirman :
. . . واًيد يكم اٍلى المرافق . . .
“dan basuhlah kedua tanganmu sampai dengan siku.” (Q.S. Al-Maidah : 6).
Dalam wudlu, siku harus ikut serta dibasuh seperti hadits dari Jabir ra, ia berkata :
رايت رسو ل الله صلى الله عليه وسلم يد ير الماء على المرافق
“Saya melihat Rasulullah menuangkan air pada skunya.” (H.R. Daruquthni).
- Mengusap sebagian kepala.
Allah berfirman :
. . . وامسحوا برء وسكم . . .
‘Dan sapulah kepalamu”. (Q.S. Al-Maidah : 6)
Yang dibasuh sebagian dari kepala buka seluruhnya, berdasarkan hadits dari Mughirah :
انا النبى صلى الله عليه وسلم : توضاَ و مسح بنا صيته و على عما مته و على الخفين (رواه مسلم)
“Bahwa Rasulullah SAW berwudlu menyapu ubun-ubunnya, diatas serbannya dan sepatunya.” (H.R. Muslim).
- Membasuh kaki sampai mata kaki.
Allah Berfirman :
. . . واُرجلكم اٍلى الكعبين . . .
“Dan (basuh) kakimu sampai dengan mata kaki.” (Q.S. Al-Maidah : 6)
- Tertib atau urut, mendahulukan yang awal dan mengemudiakan yang akhir.
Sunnah wudlu ada 10 perkara yaitu :
a. Membaca basmalah ketika akan memulai wudlu
Diriwayatkan sebuah hadits :
انه صلى الله عليه و سلم و ضع يده فى انا ء و قال لاصحابه تو ضئوا باسم الله
(رواه البيهقى)
Nabi SAW memasukkan tangannya di bejana kemudian bersabda kepada para sahabat berwudlu dengan membaca basmallah. (H.R. Baihaqi)
b. Membasuh kedua telapak tangan sebelum memasukkannya ke bejana. Sebelum wudlu, tanagn dibasuh lebih dahulu, sebab kemungkinan ada najis atau kotoran. Juga sewaktu bangun tidur, sebab tangan tidak diketahui selama tidur. Sabda Nabi :
اٍذا قام احدكم من نو مه فليغسل يديه قبل ان يد خلهما فى الاناء ثلا ثا فانه لا يد ر ى اين باتت يد ه
Apabila diantara kamu bangun tidur, maka basulah tangannya 3 kali sebelum dimasukkan ke bejana karena sesungguhnya tidak diketahui keadaan tangannya semalam itu.
c. Brkumur
d. Menghirup air ke dalam rongga hidung kemudian mengeluarkan kembali.
Nabi bersabda :
عشر من السنة وعد منها المضمضة و الاستنشاق
“Di antara 10 sunnah ialah berkumur dan menghirup air ke hidung”.
e. Meratakan dalam mengusap kepala yaitu dengan cara mengusap ujung kepala sampai akhir kemudian kemabli lagi di tempat memulainya.
Dalam hal ini sangat disunahkan berkumur dan menghirup air ke dalam hidung bagi orang yang tidak berpuasa, sedangkan orang yang berpuasa haram berkumur sebagaimana pendapat Abu Thayib dan sebagian lagi berpendapat hanya makruh, sebagaimana pendapat M. Bandanji karena bagi yang berpuasa lebih disunnahkan tidak berkumur sebagaimana Ibnu Shabagh.
f. Mengusap kedua telinga. Mengusap telinga bagain dalam maupun luar dengan air yang baru, hal ini telah ditunjukkan oleh Nabi seperti hadits yang diriwayatkan oelh Abdullah bin Zaid bahwa :
g.
رايت رسو ل الله صلى الله عليه وسلم يتوضا فاخذ لاذ نيه ما ء خلا ف الما ء الذ ى اخد ه لراسه (رواه الحا كم و البيهقى)
(dari Abullah bin Zaid) aku melihat Nabi berwudlu, Beliau mengusap dua telinga dengan air seperti beliau mengusap kepala (beliau mengambil air untuk mengusap dua telinga sebagaimana beliau mengambil air untuk mengusap kepalanya)
(H.R. Hakim dan Baihaqi)
h. Menyela-nyela jenggot yang tebal
i. Membasuh (menyela-nyela) sela jari tangan dan kaki. Ibnu Abbas meriwayatkan :
انه عليه الصلا ة و السلا م كا ن اذا توضا شبك لحيته الكر يمة باصا بعه من تحتها
(رواه ابن ماجه)
Rasulullah ketika berwudlu menyela-nyela jenggotnya dengan jari-jari dari bawah. (H.R. Ibnu Majah).
j. Mendahulukan anggota badan dari yang kiri. Hadits dari Abu Hurairah mengatakan, Nabi bersabda :
اذا توضاتم فابدء و ا بميا مكم (ر و اه ابوداود و ابن ماجه)
Apabila kamu sekalian berwudlu maka dahulukanlah anggota kananmu
(H.R. Abu Daud dan Ibnu majah).
k. Bersuci (membasuh) tiga kali.
Hadits yang diriwayatkan oelh Usman menyebutkan :
ان رسول الله عليه وسلم توضاَ ثلاثا ثلاثا (رواه مسلم)
Bahwa Nabi SAW, berwudlu dengan cara (membasuh) tiga kali tiga kali
(H.R. Muslim)
Mandi
Menurut lughat, mandi disebut al-ghasl berarti mengalirnya air pada sesuatu. Sedangkan di dalam istilah syara’ ialah mengalirnya air keseluruh tubuh disertai dengan niat.
Rukun mandi
1. Niat, seperti halnya wudlu karena mandi juga adalah ibadah maka diwajibkan melakuannya dengan niat. Niat tersebut harus pula dilakukan serentak dengan basuhan yang pertama :
Niat dianggap sah dengan :
a. Berniat untuk mengangkat hadats besar, hadats janabah, haid, nifas, atau hadas lainnya dari seluruh tubuhnya.
b. Berniat untuk membolehkakan sholat, thawaf atau pekerjaan lain yang hanya dibolehkan dengan thaharah.
c. Berniat mandi wajib, berniat menunaikan mandi, berniat thaharah untuk shalat.
2. Menyampaikan air keseluruh tubuh, meliputi rambut dan permukaan kulit.
Dalam hal membasuh rambut, air harus sampai ke bagian dalam rambut yang tebal. Sanggul atau gulungan (dafa’ir) rambut wajib dibuka jika air tidak dapat mencapai bagian dalamnya tanpa dibuka. Akan tetapi rambut yang menggumpal (ma’qud) tidak wajib dibasuh bagain dalamnya.
Kewajiban membasahi rambut pada waktu mandi didasrakan kepada hadits Nabi SAW :
ان تحت كل شعرة جنا بة فاغسلوا الشعر و انفقوا البشرة
Sesunguhnya dibawah tiap-tiap rambut itu ada janabah, maka basulah rambut dan bersihkanlah kullit. (H.R. Bukhari).
Sunnat mandi
1) Membaca basmalah
2) Membasuh tangan sebelum memasukkannya ke bejana.
3) Berwudlu dengan sempurna sebelum melakukan mandi, sesuai dengan hadits ‘Aisyah :
كا ن رسو ل الله صلى الله عليه وسلم اذا ا غتسل من الجنا بة توضاً و ضو ء ه للصلاة
Bila Nabi SAW mandi, beliau berwudlu seperti wudlu yang dilakukan untuk shalat. (Muttafaq ‘Alayh)
4) Menggosok seluruh tubuh yang terjangkau oleh tangannya, seraya memperhatikan agar air benar-benar mencapai semua bagian tubuhnya yang tersembunyi seperti ketiak, daun teling, lipatan-lipatan pada perut, pusat dan sebagainya.
5) Muwalah, seperti wudlu yakni membasuh suatu anggota sebelum kering anggota yang dibasuh sebelumnya.
6) Mendahulukan menyiram bagian kanan dari tubuh, punggung dan perutnya sebab Rasul SAW suka mendahulukan yang kanan pada semua pekerjaannya.
7) Menyiram dan menggosok badan sebanyak tiga kali.
8) Khusus bagi perempuan setelah mandi haid dan nifas disunahkan memakai kesturi atau wangian lainnya.
Mandi sunnah
a. Akan pergi sholat jum’at
Nabi bersabda :
من اتى متكم الجمعة فليغتسل
Barngsiapa di anatramu yang menghadiri Jum’at, maka mandilah (H.R. Muslim)
b. Akan sholat hari raya (fitri dank urban)
c. Akan sholat gerhana (matahari atapun bulan).
Sunnah mandi ketika akan shalat gerhana sebab shalat ini dikerjakan dengan berjama’a maka lebih baik kalau mandi.
d. Akan sholat istisqa’ (minta hujan)
e. Sesudah memandikan mayat
f. Masuk Islam dari kekafiran
Nabi pernah menyuruh memandikan Qais bin Ashim dan Tsamamah bin Atsal sewaktu keduanya masuk Islam.
g. Orang yang sembuh dari gila
h. Ketika akan ihram
i. Ketika masuk Mekkah
Nabi ketika masuk Mekkah pada hari takluknya Mekkah, beliau mandi. Mandi ini tidak beda dengan kedatangan ke Mekkah untuk haji atau umrah.
j. Ketika wukuf di Arafah
k. Ketika akan tawaf di Ka’bah
Imam Syafi’I memandang sunnah pada keadaan tersaebut karena saat-saat itu orang-orang berkumpul.
Membasuh (mengusap sepatu)
Yang dimaksud dengan membasuh atau mengusap sepatu adalah mengusapnya sebagai ganti membasuh kaki di kala wudlu sebab sepatu tidak lepas. Membasuh atau mengusap sepatu, boleh dengan adanya 3 syarat yaitu :
1. Sewaktu memakainya dalam keadaan suci.
3. Sepatu itu menutup bagian wudlu (sampai mata kaki)
4. Sepatu itu kuat untuk berjalan
Hal-hal yang mewajibkan mandi :
a. Bersetubuh.
b. Keluar mani
c. Mati
d. Haid
Tayammum
Tayammum yaitu menyapukan tanah kemuka dan kedua tangan sampai siku dengan beberapa syarat. Tayammum adalah pengganti wudlu atau mandi sebagai keringanan untuk orang yang tidak dapat memakai air karena beberapa halangan :
1. ‘Uzur karena sakit.
2. Dalam perjalanan
3. Karena tidak ada air.
Syarat tayammum :
1. Sudah masuk waktu sholat
2. Sudah diusahakan mencari air tetapi tidak dapat, waktu sudah masuk.
3. Dengan tanah suci dan berdebu.
4. Menghilangkan najis.
Fardhu (rukun) tayammum :
1. Niat
2. menyapu muka dengan tanah
3. Menyapu kedua tangan sampai kesiku dengan tanah .
4. Menertibkan rukun-rukun, artinya mendahulukan muka dari tangan.
Beberapa maslah yang bersangkutan dengan tayammum :
1. Orang yang bertayammum karena tidak ada air, tidak wajib mengulangi sholat apabila mendapat air.,
2. Satu kali tayammum boleh diapkai untuk beberapa kali sholat baik sholat fardhu atau sholat sunnah karena taymmum itu ganti daripada wudlu bagi orang yang tidak dapat memakai air.
3. Boleh tayammum sebab luka atau karena hari sangat dingin karena luka itu termasuk dalam arti sakit.
Sunnah tayammum
1. Membaca basmallah
2. Membasuh tanah dari dua telapak tanagn agar tanah yan diatas tangan itu menajdi tipis.
3. Membaca dua kalimat syahadat sesudah selesai tayammum seabagaiman sesudah selesai berwudlu.
Hal-hal yang membatalkan tayammum.
1. Tiap-tiap hal yang membatalkan wudhu’ membatalkan tayammum.
2. Ada air. Dengan adanya air sebelum mulai sembayang batallah tayammum bagi orang yang tayammum karena ketiadaan air.
Istinja
Istinja adalah istilah dari menghilangkan najis yang keluar dari salah satu qubur dan dubur dari tempat keluarnya najis dengan air ataupun batu.
Istinja lebih utama dilakukan dengan menggunakan air dari pada dengan battu dan lebih utama lagi dengan keduanya, namun tetap sah istinja seseorang dengan menggunakn batu walaupun tidak dalam keaadaan darurat.
Syarat istinja dengan batu yaitu:
1. Najisnya tidak kering.
2. Najis tidak pindah dari tempat keluarnya.
3. Tidak adanya sesuatu yang lain yang tiba.
4. Najis tidak melewati pantat.
Adab Buang Air
a. Tidak menghadap atau membelakangi kiblat.
b. Tidak pada air menggenang
c. Tidak dibawah pohon yang sedang berbuah.
d. Tidak di jalan (tepi jalan)
e. Tidak dilubang
f. Tidak ditempat yang teduh (yang biasa dilalui orang)
g. Tidak bercakap-cakap
h. Tidak menghadap atau membelakangi bilan dan matahari
Yang Membatalkan Wudlu
a. Kelaut sesuatu yang berwujud apa pun dari kubul atau dubur.
b. Tidur yaitu tidur yang tidak dalam keadaan duduk membatalkan wudlu.
c. Hilang akal karena mabuk atau sakit
d. Persentuhan antara laki-laki dan perempuan.
e. Menyentuh kemaluan dengan telapak tangan.
Beberapa larangan bagi yang tidak bersuci
Perempuan yang haid atau nifas dilarang melakukan hal-hal berikut ini :
1. Shalat dan puasa
Nabi SAW bersabda ;
اذا اقبلت الحيضة فد عى الصلا ة واذا اد برت فاغتسلى و صلى
“Apabila haid dating maka tinggalkanlah shalat dan bila ia telah pergi (selesai) maka mandilah dan shalat (H.R. Bukhari).
2. Membaca Al’Qur’an
Sabda Nabi SAW :
لا يمس القران الا طاهر
“Tidak boleh menyentuh Al-Qur’an kecuali orang yang bersuci. (H.R. Daruquthniy)
3. Masuk dan berdiam di masjid
Sabda Nabi SAW :
لا احل المسجد لحا ئض و لا جنب
“Tidak aku halalkan masjid bagi orang yang haid dan tidak juga bagi orang yang junub. (H.R. Abu Dawud).
4. Thawaf
5. Bersentuh dan istimta’ dengan bagian badan di antara pusat dan lutut
Firman Allah :
فا عتز لوا النساء فى الحيض و لا تقربو هن حتى يطهرن
Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci (Al-Baqarah/2:222).
DAFTAR PUSTAKA
Idris Abdul Fatah dan Ahmadi Abu. “Fiqih Islam Lengkap”. P.T. Rineka Cipta. Jakarta : 2004.
Nasution, Lahmuddin. “Fiqih 1”. Logos. Jakarta.
Amar, Amran Abu. “Tarjamah Fathul Qarib Jilid I”. Manara Kudus. Kudus : 1982.
Rasjid, Sulaiman. “Fiqih Islam”. Attahiriyah. Jakarta : 1954.
BAB I
PENDAHULUAN
Pendidikan luar sekolah adalah setiap usaha pelayanan pendidikan yang diselenggarakan di luar sistem sekolah, berlangsung seumur hidup, dijalankan dengan sengaja, teratur dan berencana yang bertujuan untuk mengaktualisasi potensi manusia (sikap, tindak dan karya) sehingga dapat terwujud manusia seutuhnya yang gemar belajar-mengajar dan mampu meningkatkan taraf hidupnya.
kegiatan Pendidikan Luar Sekolah dilakukan secara terprogram, terencana, dilakukan secara mandiri ataupun merupakan bagian pendidikan yang lebih luas untuk melayani peserta didik dengan tujuan mengembangkan kemampuan-kemampuan seoptimal mungkin serta untuk mencapai kebutuhan hidupnya.
Dan dalam makalah kali ini akan di bahas tentang ”Faktor Pendukung perkembangan PLS”. Semoga makalah ini bermnafaat bagi mahasiswa atau mahasiswi yang ingin memperdalam mata kuliah Pendidikan Luar Sekolah (PLS).
BAB II
FAKTOR PENDUKUNG PERKEMBANGAN PLS
Dalam dunia pendidikan terjadi beberapa perkembangan yang disebabkan oleh era globalisasi dan teknologi, banyak sekolah di era sekarang ini yan berbasis teknologi. Jauh-jauh hari anak sudah dikenalkan dengan teknologi. Hal itu untuk mendukung pencetakan generasi muda yang berkualitas. Selain pendidikan formal, kita juga mengenal pedidikan non formal (luar sekolah).
PLS sangatlah penting adanya untuk solusi terhadap anak-anak yang kurang mampu, putus sekolah, ataupun yang harus bekerja membantu orang tuanya. Sedangkan pendidikan luar sekolah ditopang oleh 3 faktor :
1. Para Praktisi di Masyarakat
Penyelenggaraan pendidikan di masyarakat yang dilakukan oleh para praktisi di dorong oleh hasrat dan rasa pengabdian mereka untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan bangsa terhadap pendidikan. Para praktisi dalam masyarakat adalah para pemuda terdidik, pemuka masyarakat, pemimpin organisasi, guru-guru sekolah dan tenaga sukarela lainnya.
Program PLS yang dilakukan oleh para praktisi ini sering dikaitkan dengan gerakan pembangunan masyarakat. Program pendidikan ini bermacam ragam jenisnya, antara lain : pendidikan orang dewasa, pemberantasan buta huruf fungsional, pendidikan perluasan, latihan keterampilan pertanian, latihan kader koprasi, pendidikan kependudukan, keluarga berencana, pendidikan gizi keluarga, latihan keterampilan produktif, pendidikan kewanitaan, kerumah tanggaan, pendidikan dan latihan kepemudaan, organisasi pemuda, dan latihan kader pembangunan masyarakat.
Program kemasyarakatan ini lebih mengutamakan kepentingan praktisi yaitu untuk memenuhi kebutuhan belajar atau kebutuhan kependidikan yang dirasakan oleh masyarakat yang sedang membangun.
Pendekatan yang dilakukan oleh para praktisi didasarkan atas suatu pandangan bahwa pendidikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat itu merupakan bagian penting dan sebagai pendekatan dasar dalam pembangunan, PLS mempunyai fungsi untuk mengembangkan sumber daya manusia yang jadi pelaku utama dalam berbagai sektor pembangunan.
PLS mempunyai peranan untuk membantu sekolah dan masyarakat dalam upaya pemecahan masalah, pendidikan luar sekolah adalah sebagai pelngkap, penambah, dan pengganti pendidikan sekolah.
a. Sebagai pelengkap pendidikan sekolah
Pelengkap (Complementary education), PLS dapat menyajikan beberapa mata pelajaran atau kegiatan pelajar yang belum termuat dalam kurikulum pendidikan sekolah, sedangkan materi pelajaran atau kegiatan tersebut sangat dibutuhkan oleh peserta didik dan masyarakat yang menjadi layanan sekolah.
b. PLS sebagai penambah pendidikan sekolah
Penambah (Suplementary education), PLS dapat memberi kesempatan tambahan, pengalaman belajar dalam mata peljaran yang sama yang ditempuh sekolah kepada mereka yang masih bersekolah atau mereka yang telah menamatkan jenjang pendidikan sekolah.
c. Sebagai pengganti pendidikan sekolah
Pengganti (Substitute education), PLS dapat menggantikan fungsi sekolah di daerah-daerah yang karena berbagai alasan, penduduknya belum terjangkau oleh pendiidkan sekolah.
2. berkembangnya Kritik Terhadap Pendidikan Sekolah
Faktor kedua yang mendorong perkembangan pendidikan luar sekolah adalah munculnya berbagai kritik terhadap kelemahan pendidikan sekolah serta akibat lain yang ditimbulkan oleh jalur pendiidkan itu. Kritik terhadap pendidikan sekolah ini mulai berkembang dalam dunia pendidikan pada tahun 60 an.
Contoh penyebab kelmahan pendidikan sekolah ada 4 yaitu :
1) Sebagai akibat pertambahan penduduk yang semakinpesat, maka keinginan masyarakat untuk memperoleh pendidikan semakin meningkat sehingga beban yang dipikul oleh pendidikan sekolah semakin berat.
2) Sumber-sumber yang digunakan untuk pendidikan kurang memadai sehingga pendidikan sekolah mengalami hambatan untuk merespon secara tepat terhadap kebutuhan dan perkembangan masyarakat.
3) Kelambatan sistem pendidikan sekolah untuk menyesuaikan dengan perkembangan yang terjadi di luar pendidikan.
4) Kelambanan masyarakat itu sendiri dalam memanfaatkan lembaga dan lulusan pendidikan sekolah sehingga jurang perbedaan antara jumlah dan kemampuan para lulusan dengan lapangan kerja semakin melebar.
Pada umumnya sejumlah praktisi dan pakar pendidikan melontarkan kritk terhadap pendiidkan sekolah setelah menganalisisnya dari berbagai segi.
Pakar pendidikan yaitu Bruner (1966) mengemukakan asumsinya bahwa proses pembelajaran pengetahuan (kognitif learning) akan berjalan dan berhasil dengan baik apabila di dasarkan atas tiga hal :
1. Adanya doorngan yang tumbuh dari dalam peserta didik.
2. Adanya kebebasan peserta didik untuk memilih dan bebuat dalam kegiatan belajar.
3. Peserta didik tidak merasa terikat oleh pengaruh ganjaran dan hukuman yang datang dari luar dirinya yaitu guru.
Gejala-gejala yang menunjukan adanya krisis pendidikan sekolah adalah :
1. Ketidakcocokan antara kurikulum dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan nyata peserta didik.
2. Ketidaksesuaian antara pendidikan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat.
3. Ketidak seimbangan yang terus menerus anatra pendidikan dan dunia kerja.
4. Ketidak mapanan lembaga pendidikan sekolah untuk mmeberi kesempatan pemerataan pendidikan bagi segi semua kelompok di masyarakat.
5. Meningkatkan biaya penyelenggaraan pendidikan yang tidak diimbangi oleh kemampuan negara terutama negara berkembang untuk membiayainya.
3. Para Perencana Pendidikan Untuk Pembangunan
Upaya para perencana tersebut telah dimulai sejak tahun 60 an bersamaan dengan munculnya berbagai kritik terhadap kelemahan-kelemahan yang di derita oleh pendidikan sekolah.
Para perenacana pendidikan untuk pembangunan sangat dipengaruhi oleh sejumlah laporan penelitina dan karya ilmiah lainnya yang dihasilkan oleh berbagai lembaga atau badan-badan internasional.
a. Masalah pendidikan di negara yang sedang berkembang
Commbes (1963) dalam konferensi internasional menulis sebuah laporan dengan judul ”The world education a system analysis” yang artinya membahas permasalahan pendidikan sekolah yang dihadapi oleh negara berkembang.
Masalah yang dihadapi oleh negara berkembang anatra lain adalah banyaknya jumlah penduduk sehingga memunculkan 5 masalah pendidikan :
1) Anak usia pra sekolah yang banyak jumlahnya.
2) Banyaknya usia anak sekolah dasar yang tidak tertampung oleh lembaga pendidikan sekolah yang ada.
3) Besarnya jumlah orang dewasa yang tidak mempunyai kesempatan mengikuti pendidikan sekolah.
4) Banyaknya anak putus sekolah.
5) Besarnya jumlah lulusan suatu jenjang pendidikan sekolah ynag tidak menlanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
b. Arah pembangunan di negara sedang berkembang
Pada tahun 1972 Seers menitikberatkan tujuan pembangunna pada 3 hal yaitu :
1. Untuk mengurangi kemiskinan
2. Menanggulangi pengangguran
3. Mengatasi ketidakadilan dalam pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya.
Prinsip-prinsip pembangunan yang dikemukakan oleh Seers telah mempengaruhi kebijakan pemerintah di negara-negara berkembang dan lembaga-lembaga pemberi bantuan pembangunan eonomi dan non ekonomi.
Strategi pembangunan di daerah pedesaan, menurut Coombs 1973 pembangunan dititik beratkan pada peningkatan produktifitas pertanian dan pelayanan kebutuhan masyarkat yang pelaksanaannya dilakukan secara terpadu, pelaksanaan pembangunan tidak menunggu tercapainya tujuan pembangunan sektor ekonomi melainkan dilakukan secara serempak dan terpadu. Pembangunan terpadu ini memerlukan waktu yang relatif lebih lama dibandingkan dengan waktu yang diperlukan dalam pembangunan sektoral.
PLS memegang peranan penting dalam menunjang pendidikan pedesaan secara terpadu karena pendidikannya memiliki program-program :
(1) Berorientasi untuk memenuhi kebutuhan belajar penduduk pedesaan.
(2) Memotivasi masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan pembangunan.
(3) Menumbuhkan intonasi karena sifatnya luas dan fleksibel.
(4) Menggunakan sumber-sumber yang terdapat di masyarakat setempat.
(5) Menjadi forum kegiatan saling belajar bagi masyarkat.
(6) Mendorong terjadinya komunikasi antara lembaga pemerintahan dan masyarakat yang bergerak dalam kegiatan PLS dan pembangunan masyarakat.
(7) Lebih murah biaya penyelenggaraannya dibandingkan dengan pembiayaan pendidikan sekolah.
c. Pendekatan PLS terhadap pembangunan
Pendekatan PLS mengarah kepada program-program pendidikan dan keterampilan untuk mendukung pembangunan fungsi-fungsi ekonomi dimasyarakat. Selain itu juga dapat mengembangkan fungsi-fungsi non ekonmi untuk mendukung terwujudnya proses pembangunan secara terpadu.
Berdasarkan berbagai macam latar belakang profesinya, para perencana dan pakar pendidikan telah menyusun sejumlah karya ilmiah yang kemudian dibahas dalam berbagai diskusi dan seminar. Kegiatan selanjutnya yang dilakukan oleh para perencana pendidikan untuk pembangunan ialah menyelenggarakan studi kasus terhadap berbagai program PLS yang diselenggarakan di negara-negara sedang berkembang. Hasil studi ini berupa laporan analitik tentang berbagai kategori program PLS yang dilakukan oleh para prakktisi perencana diberbagai kawasan.
d. Perluasan perencanaan pendidikan untuk pembangunan
Pendekatan perencanaan yang berorientasi nasional dilakukan oleh masing-masing negara dengan mengkordinasi perencanaan pendidikan yang dilakukan oleh berbagai departemen atau lembaga yang terdapat di negara berkembang. Pendekatan perencanaan yang berorientasi daerah diselenggarakan ditingkat provinsi, kabupaten dan daerah-daerah lainnya.
Para perencana telah meneliti ruang lingkup PLS dan kesadaran masyarkat tentang pentingnya pendidikan non formal bagi pembangunan. Dari hasil penelitian ditingkat regional memberikan informasi dan akhirnya memberi masukan bagi para perencana pendidikan untuk pembangunan dalam mengembangkan upaya kordinasi semua program pendidikan luar sekolah ditingkat lokal, regional dan nasional dalm konteks pembangunan di daerah masing-masing.
BAB III
KESIMPULAN
Pendidikan luar sekolah adalah setiap usaha pelayanan pendidikan yang diselenggarakan di luar sistem sekolah, berlangsung seumur hidup, dijalankan dengan sengaja, teratur dan berencana yang bertujuan untuk mengaktualisasi potensi manusia (sikap, tindak dan karya) sehingga dapat terwujud manusia seutuhnya yang gemar belajar-mengajar dan mampu meningkatkan taraf hidupnya.
Dalam dunia pendidikan terjadi beberapa perkembangan yang disebabkan oleh era globalisasi dan teknologi, banyak sekolah di era sekarang ini yan berbasis teknologi. Jauh-jauh hari anak sudah dikenalkan dengan teknologi. Hal itu untuk mendukung pencetakan generasi muda yang berkualitas. Selain pendidikan formal, kita juga mengenal pedidikan non formal (luar sekolah).
DAFTAR PUSTAKA
Sudjana, D. (2001). Pendidikan Luar Sekolah. Wawasan, Sejarah Perkembangan, Falasafah, Teori Pendukung, Asas. Bandung: Penerbit Falah Production.
Berbagai sumber dari internet
Aku bangga padamu
setiap perkataan yg ka uucap padaku
membuat aku sadar akan indah'y kasih sayang
setiap nasehat yg kau berikan
membuat aku terketuk tok melaksanakannya
Aku Bangga padamu
kamu telah membuat hari2 aku berubah
kamu yg telah membuat aku jd mengerti arti sebuah kedewasaan
Aku bangga padamu
walaupun kamu sibuk . . .
Tp kamu luangkan waktu buat aku
walaupun hanya sebentar
Tp bagi aku terasa cukup
Aku bangga padamu
Terus gapai impian yg blm kamu capai
aku akan sll berdo'a untuk kebaikanmu
aku akan dukung semua keputusanmu yg baik
Teruslah mencari ilmu dalm menggapai Ridho_Nya
jangnlah kamu berputus asa
jangnlah merasa lelah
dalam mencari ilmu di negeri orang
Aku bangga padamu . . ..
tulisan ini tok seseorang yg telh buat aku bisa berubah
Arjawinangun . . ..
Penulis Lukman Hakim Zuhdi Jika diberi tiga pilihan, mana yang akan Anda ambil; menikah ketika masih kuliah, menikah setelah lulus kuliah atau mengorbankan kuliah gara-gara sudah menikah?
Sudah hampir sebulan Mardiyah (45) –nama samaran—tidak bisa tidur nyenyak. Pikirannya benar-benar sedang kalut. Ibu yang dikenal sebagai pedagang sembako sukses itu belum lama ini mendengar kabar kurang sedap. Erla, putri pertamanya, yang sedang menuntut ilmu di Kota Pelajar, dikabarkan sering keluar malam bersama pacarnya. Bahkan, informasi yang sampaikan rekan-rekan kuliah Erla kepada Mardiyah, Erla kerap menginap di kost kekasihnya.
Kebimbangan Mardiyah sungguh beralasan. Dalam seminggu terakhir, Erla sudah dua kali menelepon minta ditransfer uang dalam jumlah besar. Ini tidak seperti biasanya, pikir Mardiyah. Ia tidak mau kuliah anak kesayangannya yang hampir lulus itu terganggu gara-gara pacaran. Apalagi, kemarin sore Mardiyah melihat berita di televisi bahwa sepasang mahasiswa tertangkap warga saat berasyik-asyik di kamar kost.
Di surat kabar, Mardiyah juga membaca berita seorang mahasiswi hamil di luar nikah. Sang kekasih yang telah merenggut keperawanannya. Alasannya sama-sama suka alias atas nama cinta. Akibatnya, semua mahasiswa yang melakukan perbuatan memalukan itu dikeluarkan dari kampus secara tidak hormat. .
Atas dasar itu, Mardiyah berniat menengok Erla. Tujuannya untuk mengecek kebenaran berita sekaligus menasehatinya. Ia meminta izin kepada Subali (50), suaminya. Namun, sang suami justu melarang kepergiannya. Subali seperti tidak mampu membaca kegelisahan istrinya. Subali yakin, Erla tidak mungkin berbuat nekad yang bisa mencoreng wajah orang tuanya. Pasalnya, cetus Subali, Erla sebelum masuk kuliah sudah 6 tahun mengenyam pendidikan pesantren. Mardiyah kecewa.
Diam-diam, rupanya Mardiyah berangkat sendirian dengan menggunakan bus umum. Setelah menempuh perjalanan 6 jam, ia sampai di depan kost Erla, menjelang waktu Ashar. Alangkah terkejutnya ketika ia mengetahui Erla sedang bercumbu dengan pacarnya. Keduanya sambil berpelukan. Kebetulan, pintu kostnya tidak terkunci, hanya ditutup biasa.
“Astagfirullah…Erla!!!” pekik Mardiyah, seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Erla terperanjat. Wajahnya seketika memerah. Ia tak menyangka ibunya datang dari kampung. Biasanya, ibunya selalu memberi tahu terlebih dahulu. Tapi, kali ini, ibunya menjenguk secara tiba-tiba. Erla segera merapikan dua kancing bajunya yang terlepas. Mulutnya tak bisa berkata-kata. Kekasihnya juga diam seribu bahasa. Keduanya menunduk malu. Mardiyah yang masih mematung di tengah pintu, spontan menitikan air mata. Erla segera beranjak, merangkul ibunya. Tangisnya meledak.
“Maafkan Erla, Bu…”
“Ibu benar-benar kecewa! Sekarang tinggal pilih; kamu mau menyelesaikan kuliah yang sebentar lagi atau pulang dan menikah saja dengan pacarmu itu?” cetus Mardiyah, kelihatan geram.
“Erla ingin tetap kuliah, Bu. Erla janji nggak akan pacaran lagi sebelum lulus kuliah…” suara Erla mengiba.
Itulah sepenggal kisah nyata yang acap terjadi di kalangan mahasiswa dan mahasiswi, terutama di kota-kota besar. Mereka merasa bisa hidup bebas di kost, jauh dari kontrol orang tuanya. Apalagi jika pemilik kost tidak mau peduli dengan para penghuninya. Bagi pemilik kost, yang penting uang pembayarannya lancar. Akibatnya, pergaulan dan gaya pacaraan mereka sering kelewat batas. Mereka tidak risih jika kerap berduaan dengan kekasihnya di dalam kost dalam keadaan pintu tertutup.
Kondisi demikian, menurut psikolog Dra. Zahrotun Nihayah, M.Si, tentu tidak baik dan sangat berbahaya. Pasalnya, bila mereka sudah betul-betul lepas kendali, bukan saja orang tuanya yang kecewa. Tapi bagi mahasiswa yang bersangkutan juga akan kehilangan muka di depan rekan-rekannya. Perguruan tinggi tempat mereka menimba ilmu pun ikut tercemar namanya. Maka, saran dosen psikologi Universitas Paramadina Jakarta itu, sebaiknya dinikahkan saja.
Senada dengan Zahrotun Nihayah, Dr. KH. Ahsin Sakho Muhammad, MA, melihatnya dari kacamata agama. Ahsin Sakho berpendapat, idealnya sebuah pernikahan dilaksanakan setelah mahasiswa atau mahasiswi tamat S1. Hal ini dimaksudkan agar kuliah mereka tidak terganggu. Tapi, jika ada hal-hal yang menurut pertimbangan agama untuk disegerakan menikah, maka tidak boleh ditunda-tunda lagi.
“Misalkan ada mahasiswa dan mahasiswi yang sudah terlalu lama berpacaran. Sekarang keduanya semester 7, 8 atau hampir lulus. Nah, daripada orang tua khawatir mereka akan semakin terjerumus dosa dan kemaksiatan, maka segera dinikahkan. Itu boleh saja. Toh langkah tersebut untuk menghindari fitnah dan demi kemaslahatan bersama,” kata rektor Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) Jakarta atau Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Dar Al Tauhid Arjawinangun Cirebon .
Perlu Adaptasi
Menikah dan kuliah sesungguhnya dua dunia berbeda yang sama pentingnya. Secara sederhana bisa digambarkan, menikah jelas kaitannya dengan rumah tangga. Adapun kuliah hubungannya dengan ilmu pengetahuan yang diajarkan di perguruan tinggi, universitas atau kampus. Namun, bagi para mahasiswa maupun mahasiswi –termasuk orang tua mereka—, setidaknya kedua hal itu tetap memiliki korelasi untuk kebaikan masa depannya.
Berikut sekadar contoh. Dari sepuluh mahasiswa S1 semester akhir yang ditemui Anggun, delapan mahasiswa menjawab bahwa mereka akan menikah setelah lulus kuliah. Alasannya sederhana, mereka ingin mempunyai pekerjaan tetap terlebih dahulu agar bisa menafkahi istrinya. Hanya dua mahasiswa yang menjawab siap menikah ketika masih kuliah. Sebab, orang tuanya sudah mampu secara finansial. Jadi, untuk menafkahi istrinya, kedua mahasiswa itu bisa mengandalkan tabungan ayah dan ibunya.
Sebaliknya, dari sepuluh mahasiwi yang diberi pertanyaan sama dengan di atas, hampir semua menjawab bersedia menikah sebelum lulus kuliah. Mereka tidak khawatir kuliahnya jadi terganggu. Argumen yang dikemukakan macam-macam. Ada yang karena kekasihnya sudah mapan. Ada yang secara usia dan mental sudah siap. Ada yang takut kebablasan dalam berpacaran.
“Berdasarkan pengamatan saya terhadap mahasiswa dan mahasiswi saya, rata-rata yang lelaki lebih memilih menikah setelah lulus. Mereka ingin bekerja dan punya duit dulu. Bagi yang perempuan, sebelum lulus ada juga yang sudah menikah dan punya anak. Tapi itu tidak menghalangi tugas kuliahnya. Nah, semua itu tergantung dari niat, motivasi dan latar belakang masing-masing individunya,” beber Zahrotun Nihayah, yang kini menjabat Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.
Ibu Zahrotun Nihayah bercerita, dulu dirinya menikah ketika masih kuliah semester 6 dalam usia 20 tahun. Ketika itu calon suaminya yang sudah bekerja menjamin bahwa kuliahnya tidak akan terhenti meski sudah menikah. Setelah mendengar pernyataan tersebut, Ibu Zahrotun setuju menikah dan orang tuanya merestui.
“Jadi, sebelum lulus kuliah, saya sudah punya anak. Kalau ditanya menikmati atau tidak, ya awalnya saya tidak menikmati. Karena saya harus pandai membagi waktu untuk suami, kuliah, anak, dan teman-teman. Adaptasinya luar biasa berat. Butuh proses dan waktu. Untungnya saya dapat support penuh dari orang tua, suami dan lingkungan. Alhamdulillah semuanya bisa berjalan lancar. Dan saya juga tidak merasa kehilangan masa muda, kok,” paparnya seraya melempar senyum.
Seseorang yang mengambil keputusan menikah sebelum lulus kuliah, Ibu Zahrotun mengingatkan, harus mengetahui segala konsekuensinya. Mengingat setelah menikah banyak yang berubah. Peran, tuntutan dan beban dengan sendirinya jadi bertambah. Umpamanya harus pintar mengatur waktu dengan baik, menyadari jam belajar dan waktu bermain dengan sesama teman pasti berkurang.
Selain itu, kata Ahmad Fahrurodji, MA (38), seseorang harus bisa menempatkan posisinya kapan sebagai istri, suami atau mahasiswa. Dengan begitu, staf pengajar program studi Rusia di Universitas Indonesia itu yakin semua kewajiban dapat terpenuhi tanpa mengorbankan yang lainnya.
“Di situlah dibutuhkan pengertian dari pasangan untuk saling membantu dan bekerja sama. Ini kan karena dua kekuatan (suami istri) menjadi satu di bawah satu atap. Misalnya kalau istrinya ada tugas kuliah yang harus diselesaikan, sementara dia sibuk mengurus anak dan rumah tangga, kan suaminya bisa membantu membuatkan konsep atau mengetikan makalahnya,” tukas ayah dari Nasha Kalina Khairun Nisa (7) dan Milaya Salma Khairania (1).
Memanfaatkan Kesempatan Emas
Ketika ada tawaran antara menikah dan kuliah, Abah Ahsin Sakho lebih memilih kuliah. Baginya, menikah adalah urusan nomor dua yang bisa dilakukan kapan saja, tanpa mempersoalkan umur. Sementara kesempatan kuliah di luar negeri, hanya sekali itu menghampirinya.
“Makanya, waktu menikah umur saya 30 tahun, sedangkan istri 20 tahun dan masih kuliah. Saya berfikir, istri saya tidak boleh terhenti kuliahnya gara-gara dia sudah menikah. Itu penting sebagai bekal masa depannya. Alhamdulillah, rupanya istri juga tetap bersemangat kuliah walau merangkap sebagai ibu rumah tangga,” ujar Abah Ahsin Sakho, yang pernah nyantri di Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur.
Lain ceritanya, kata Abah Ahsin Sakho, bila dua tawaran tersebut diberikan kepada perempuan. Jika perempuan selalu memikirkan kuliahnya, padahal usianya mendekati 30, maka sebaiknya dia menikah dulu. Sebab, menurut dewan pengasuh Pondok Pesantren Dar Al Tauhid Arjawinangun Cirebon itu, perempuan akan lebih rentan dengan masalah rahimnya.
“Masa kesuburan rahim perempuan lebih sedikit dibandingkan kaum lelaki. Kalau perempuan sudah menua, maka rahimnya semakin menciut. Apalagi jika usianya mencapai 40 tahun. Itu sudah kurang bagus untuk mempunyai anak,” tutur Abah Ahsin Sakho.
Dede Permana Nugraha, MA, seirama dengan Abah Ahsin Sakho. Dede Permana yang pernah belajar di Universitas Al Azhar Kairo, Mesir, mengaku sama sekali tidak tertarik untuk menikah sebelum bisa menyelesaikan program pasca sarjananya. Selain karena saat itu merasa usianya masih muda, ia juga tidak punya uang.
“Selama studi, saya hanya dapat beasiswa pada tahun pertama saja. Seterusnya, saya mencari uang sendiri. Saya menjadi koresponden majalah, penerjemah buku, guide wisata, petugas haji, dan mengajar bahasa Indonesia untuk orang Arab,” tutur pria yang meraih gelar sarjana strata satu di Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.
Selama di Mesir, Dede Permana mengaku tidak iri sedikit pun dengan kawan-kawan mahasiswa yang sudah menikah. Di sana, Dede Permana justru melihat kenyataan kurang mengenakkan bahwa mereka yang telah menikah memiliki problem keuangan. Akibatnya, banyak di antara mereka yang masih minta kiriman uang dari orang tuanya yang ada di tanah air. Menurut Dede Permana, padahal tindakan seperti itu tidak etis.
“Sejak masih di luar negeri, saya selalu berfikir bahwa menikah hanya akan dilakukan di Indonesia, setelah lulus kuliah. Karena saya ingin agar pernikahan saya dihadiri oleh ayah dan bunda, sosok yang paling berjasa dalam hidup saya. Alhamdulillah, di penghujung tahun 2007, impian saya terwujud; menikah,” ucap Dede Permana penuh syukur.
Pada akhirnya, Ahsin Sakho, Dede Permana, Zahrotun Nihayah, dan Ahmad Fahrurodji sepakat, menikah sebelum lulus kuliah tidak akan mengganggu proses studi seseorang. Hal tersebut dapat terwujud jika seseorang mampu memahami tugas, peran, kewajiban, dan posisinya sebaik mungkin. (dimuat di Majalah ANGGUN Edisi Mei 2009).
.jpg)
Kau memang baik kepadaku
Sebagai adik kepada kakak'y
Bahkan lebih dr itu
. . .
Di wajahmu selalu menghias
Seutas senyum yg cerah
Seolah menyimpan sesuatu
Di balik lesung pipitmu
Seindah pelangi hiasi langit
Tingkah lakumu ramah
Tutur katamu nasehat bg aku
Dalam diampun kau selalu
Perhatikan bahkan memikirkan aku
Sungguh aku tidak tahu
Aku harus bagaimana?
Dan bilang apa kepadamu . . .
Untuk balas kebaikanmu
BAB I
PENDAHULUAN
Psikologi berasal dari perkataan Yunani, psyche yang artinya jiwa dan logos yang artinya ilmu pengetahuan. Jadi secara etimologi psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa, baik mengenai macam-macam gejalanya, prosesnya maupun latar belakngnya.
Dan dalam makalah ini kami akan membahas tentang “Evaluasi dan Prestasi Belajar” yang mana di dalamnya menjabarkan pengertian eavaluasi, tujuan evaluasi, fungsi evaluasi, jenis evaluasi dan prestasi belajar” semoga makalah yang dibuat oleh kelompok kami bermanfaat untuk mahasiswa yang ingin memperdalam psikologi secara terperinci dan semoga makalah ini diterima dengan baik.
BAB II
EVALUASI DAN PRESTASI BELAJAR
A. Evaluasi Belajar
1. Pengertian Evaluasi
Evaluasi adalah penilaian terhadap tingkat keberhasilan siswa mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam sebuah program. Aktivitas belajar perlu diadakan evaluasi, hal ini penting karena dengan evaluasi kita dapat mengetahui apakah tujuan belajar yang telah ditetapkan dapat tercapai atau tidak. Melalui eavaluasi dapat diketahui kemajuan-kemajuan belajar yang dialami oleh anak, dapat ditetapkan keputusancpenting mengenai apa yang telah diperoleh dan diketahui anak serta dapat merencanakan apa yang seharusnya dilakukan pada tahap berikutnya.
Istilah evaluasi sering dikacaukan dengan pengukuran, keduanya memang ada kaitan yang erat tetapi sebenarnya mengandung titik beda. Menurut Sumadi Suryabrata, penegrtian pengukuran mencakup segala cara untuk memperoleh informasi yang dapat dikuantifikasikan baik dengan tes maupun dengan cara-cara yang lain. Sedangkan pengertian evaluasi menekankan penggunaan informasi yang diperoleh dengan pengukuran maupun dengan cara lain untuk menentukan pendapat dan membuat keputusan-keputusan pendidikan.
Evaluasi yang sempurna tidak hanya berobjekkan pada aspek kecerdasan tetapi mencakup seluruh pribadi anak dalam seluruh situasi pendidikan yang dialaminya.
Adapun aspek-aspek kepribadiannya yang harus di perhatikan dan merupakan objek di dalam pelaksanaan evaluasi tersebut, menurut Nasrun Harahap, dkk. Adalah berikut ini.
1. Aspek-aspek tentang berpikir, meliputi: inteligensi, ingatan, cara menginterpretasi data, pokok-pokok pengerjaan, pemikira yang logis, dan lain-lain.
2. Dari segi perasaan sosialnya, meliputi :kerjasama dengan kawan sekelasnya, cara bergaul, cara pemecahan masalah serta nilai-nilai sosial, cara mengatasi dan menghadapi serta cara berpartisipasi dalam kehidupan sosial.
3. Dari kekayaan sosial dan kewarganegaraan meliputi: pandangan hidup atau pendapatnya terhadap masalah-masalah sosial, politik dan ekonomi.
2. Tujuan Evaluasi
Tujuan umum dan tujuan khusus. L. Pasaribu dan simanjuntak, menegaskan bahwa:
1. Tujuan umum dari evaluasi adalah sebagai berikut.
- Mengumpulkan data-data yang membuktikan taraf kemajuan murid dalam mencapai tujuan yang di harapkan.
- Memungkinkan pendidik/ guru menilai aktifitas/ pengalaman yang di dapat.
- Menilai metode mengajar yang di pergunakan .
2. Tujuan khusus dari evaluasi adalah berikut ini :
- Merangsang kegiatan siswa.
- Menemukan sebab-sebab kemajuan atau kegagalan
- Memberikan bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan dan bakat siswa yang bersangkutan.
- Memperoleh bahwa laporan tentang perkembangan siswa yang diperlakukan orang tua dan lembaga pendidikan.
- Memperbaiki mutu pelajaran / cara belajar dan metode belajar.
3. Fungsi evaluasi
1. Untuk memberikan umpan balik (feedback) kepada guru sebagai dasar untuk memperbaiki proses belajar mengajar, serta mengadakan perbaikan program bagi murid.
2. Untuk memberikan angka yang tepat tentang kemajuan atau hasil belajar dari setiap murid. Antara lain digunakan dalam rangka pemberian laporan kemajuan belajar murid kepada orang tua, penentuan kenaikan kelas serta penentuan lulus tidaknya seorang murid.
3. Untuk menntukan murid di dalam situasi belajar mengajar yang tepat, sesuai dengan tingkat kemampuan yang dimiliki oleh murid.
4. Untuk mengenal latar belakang (psikologis, fisik dan lingkungan) murid yang mengalami kesulitan belajar, nantinya dapat dipergunakan sebagai dasar dalam pemecahan kesuliatan-kesulitan belajar yang timbul.
4. Jenis-jenis evaluasi
a. Evaluasi formatif
Fungsinya untuk memperbaiki proses belajar kea rah yang lebih baik atau memperbaiki program satuan pelajaran yang telah digunakan.
b. Evaluasi sumatif
Fungsinya menentukan angka / nilai murid setelah mengikuti program pengajaran dalam catur wulan, semester, akhir tahun atau akhir dari suatu program bahan pengajaran dari suatu unit pendidikan. Di samping untuk memperbaiki situasi proses belajar mengajar kea rah yang lebih baik serta untuk kepentingan penilaian selanjutnya.
c. Evaluasi placement (penempatan)
Fungsinya untuk mengetahui keadsaan anak termasuk keadaan seluruh pribadinya agar anak tersebut dapat ditempatkan pada posisi yang tepat.
d. Evaluasi diagnostik
Fungsinya untuk mengetahui masalah-masalah apa yang diderita atau yang mengganggu anak didik, sehingga ia mengalami kesulitan, hambatan atau gangguan ketika mengikuti program tertentu dan bagaimana usaha untuk memecahkannya.
B. Prestasi Belajar
Pada prinsipnya pengungkapan hasil belajar ideal meliputi segenap psikologis yang berubah sebagai akibat pengalaman dan proses belajar siswa namun pengungkapan perubahan tingkah laku seluruh ranah itu, khususnya ranah rasa murid sangat sulit. Hal itu disebabkan perubahan hasil belajar itu yang bersafat intangible (tak dapat diraba). Oleh karena itu yang dapat dilakukan guru dalam hal ini adalah hanya mengambil cuplikan perubahan tingkah laku yang dianggap penting dan diharapkan dapat mencerminkan perubahan yang terjadi sebagai hasil belajar siswa baik yang berdimensi cipta dan rasa maupun yang berdimensi karsa.
Jenis, Indikator, dan Cara Evaluasi Prestasi
Ranah / Jenis Prestasi Indikator Cara Evaluasi
A. Ranah Cipta (Kognitif)
1. Pengamatan
2. Ingatan
3. Pemahaman
4. Penerapan
5. Analisis (Pemeriksaan dan pemilihan secara teliti)
6. Sintetis (membuat paduan baru dan utuh)
B. Ranah Rasa (Afektif)
1. Penerimaan
2. Sambutan
3. Apresiasi (sikap menghargai)
4. Internalisasi (pendalaman)
5. Karakteristik (penghayatan)
1. Keterampilan bergerak dan bertindak
2. Kecakapan ekspresi verbal dan nonverbal
1. Dapat menunjukkan
2. Dapat membandingkan
3. Dapat menghubungkan
1. Dapat menyebutkan
2. Dapat menunjukkan kembali
1. Dapat menjelaskan
2. Dapat mendefinisikan dengan lisan sendiri
1.Dapat memberikan contoh
2. Dapat menggunakan secara tepat
1. Dapat menguraikan
2. Dapat mengklasifikasikan / memilah-milah
1. Dapat menghubungkan
2. Dapat menyimpulkan
3. Dapat menggeneralisasikan (membuat prinsip umum)
1. Menunjukkan sikap menerima
2. Menunjukkan sikap menolak
1. Kesediaan berpartisipasi/terlibat
2. Kesediaan memanfaatkan
1. Menganggap penting dan bermanfaat
2. Mengganggap indah dan harmonis
3. Mengagumi
1. Mengakui dan meyakini
2. Mengingkari
1. Melambangkan atau meniadakan
2. Menjelmakan dalam pribadi dan perilaku sehari-hari
1. Mengkoordinasikan gerak mata, tangan, kaki dan anggota tubuh lainnya
1. Mengucapkan
2. Membuat mimic dan gerakan jasmani
1. Tes lisan
2. Tes tertulis
3. Observasi
1. Tes lisan
2. Tes tertulis
3. Observasi
1. Tes lisan
2. Tes tertulis
1. Tes tretulis
2. Pemebrian tugas
3. Observasi
1. Tes tertulis
2. Pemebrian tugas
1. Tes tertulis
2. Pemberian tugas
1. Tes tertulis
2. Tes skal sikap
3. Observasi
1. Tes skala sikap
2. Pemberian tugas
3. Observasi
1. Tes skala penilaian/sikap
2. Pemberian tugas
3. Observasi
1. Tes sakal sikap
2. Pemberian tugas ekspresif (yang menyatakan sikap san proyektif (yang menyatakan perkiraan/amalan)
3. Observasi
1. Pemberian tugas ekspresif dan proyektif
2. Observasi
1. Observasi
2. Tes tindakan
1. Tes lisan
2. Observasi
3. Tes tindakan
BAB III
KESIMPULAN
Aktivitas belajar perlu diadakan evaluasi, hal ini penting karena dengan evaluasi kita dapat mengetahui apakah tujuan belajar yang telah ditetapkan dapat tercapai atau tidak. Melalui eavaluasi dapat diketahui kemajuan-kemajuan belajar yang dialami oleh anak, dapat ditetapkan keputusancpenting mengenai apa yang telah diperoleh dan diketahui anak serta dapat merencanakan apa yang seharusnya dilakukan pada tahap berikutnya.
Hasil belajar ideal meliputi segenap psikologis yang berubah sebagai akibat pengalaman dan proses belajar siswa namun pengungkapan perubahan tingkah laku seluruh ranah itu, khususnya ranah rasa murid sangat sulit. Hal itu disebabkan perubahan hasil belajar itu yang bersufat intangible (tak dapat diraba). Oleh karena itu yang dapat dilakukan guru dalam hal ini adalah hanya mengambil cuplikan perubahan tingkah laku yang dianggap penting dan diharapkan dapat mencerminkan perubahan yang terjadi sebagai hasil belajar siswa baik yang berdimensi cipta dan rasa maupun yang berdimensi karsa.
DAFTAR PUSTAKA
Syah, Muhibuddin. 1995. Psikologi Pendidikan. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
Ahmadi, Abu dan Supriyono Widodo. 2004. Psikologi Belajar. Jakarta : PT. Rineka Cipta.
1. Syahadat/niat
artinya menata diri dan meluruskan tujuan untuk kmudian dijadikan pegangan kedepan,seperti yg dilakukan fahri dlm AAC,dia berhasil membuat peta perjalanan belajarnya.
dengan niat yang sungguh2 dlm menuntut ilmu,ada banyak hal buruk yg bisa kita hindari spt waste the time,money and evrything,sngktny qt bisa konsen dlm belajar
2. Sholat/doa
kita hidup d alam semesta tidak sendirian,ada mahluk lain dan ada Dzat Yang menciptakan dan mengatur kita..
Disinilah kita harus mengakui kelemahan diri,melepas semua kesombongan dan tunduk bersujud kepada-NYA dalam bentuk doa..Insyaallah langkah kita dalam menuntut ilmu akan di mudahkan.
3.Zakat/sacrifice/pengorbanan
ibarat semboyan propinsi jawa timur " jer basuki mawa beya" (untuk mencapai tujuan diperlukan biaya) tp dlm menuntut ilmu tentu saja tidak spesifik dengan hal itu saja,kadang qt jg dituntut untk sementara waktu harus meninggalkan orng2 yg kita cintai,kaya orang tua,saudara,ataupun pacar dan hal2 lain
4.Berpuasa/fasting
artinya menahan dan menyadarkan diri dari beberapa kesenangan yg bs membuat tujuan kita untuk menuntut ilmu jadi terbengkalai..
5 menunaikan ibadah haji bagi yang mampu
artinya pergi ke tempatnya ilmu salah satunya M E S I R!!
Saya belajar,
bahwa saya tidak dapat memaksa orang lain untuk mencintai saya.
Saya hanya dapat melakukan sesuatu untuk orang yang saya cintai..
Saya belajar,
bahwa butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun kepercayaan dan hanya beberapa detik saja untuk menghancurkannya...
Saya belajar,
bahwa sahabat terbaik bersama saya dapat melakukan banyak hal dan kami selalu memiliki waktu terbaik...
Saya belajar,
bahwa orang yang saya kira jahat,justru adalah orang yang membangkitkan semangat hidup saya kembali serta orang yang begitu perhatian pada saya...
Saya belajar,
bahwa persahabatan sejati senantiasa bertumbuh walau dipisahkan oleh jarak yang jauh.Beberapa diantaranya melahirkan cinta sejati..
Saya belajar,
bahwa jika seseorang tidak menunjukan perhatian seperti yang saya inginkan,bukan berarti bahwa dia tidak mencintai saya..
Saya belajar,
bahwa sebaik-baiknya pasangan itu,mereja pasti pernah melukai perasaan saya... Dan untuk itu saya harus memaafkannya
Saya belajar,
bahwa saya harus belajar mengampuni diri sendiri dan orang lain agar bebas dari perasaan bersalah terus menerus...
Saya belajar,
bahwa lingkungan dapat mempengaruhi pribadi saya,tapi saya harus bertanggung jawab untuk apa yang saya telah lakukan..
Saya belajar,
bahwa dua manusia dapat melihat sebuah benda,tapi kadang dari sudut pandang berbeda..
Saya belajar,
bahwa tidaklah penting apa yang saya miliki,tapi yang penting adalah siapa saya ini sebenarnya...
Saya belajar,
bahwa tidak ada yang instant didunia ini,semua buuh proses dan pertumbuhan,kecuali saya ingin sakit hati..
Saya belajar,
bahwa saya punya hak untuk marah,tetapi bukan berarti harus bersikap benci dan berlaku bengis...
Saya belajar,
bahwa saya harus memilih apakah menguasai sikap dan emosi atau malah sebaliknya..
Saya belajar,
bahwa kata-kata manis tanpa tindakan adalah saat perpisahan dengan orang yang saya cintai...
Saya belajar,
bahwa orang-orang yang saya kasihi justru sering diambil segera dari kehidupan saya...
Selamat belajar.. !!
Terjemahan dari majalah people asia
“Yang ingin selalu bermanfaat bagi orang lain”
Mulailah dari diri kita
Saat ini dengah mudahnya kita bisa melihat betapa rusaknya kehidupan negara kita Indonesia yang notabene mayoritas penduduknya beragama islam. siapakah yang salah?. sebagai seorang muslim kita pasti pernah mendengar atau mungkin belajar sejarah islam dimana umat islam saat itu mencapai kejayaanya. ada apakah dengan kita?
di negara yang mayoritas muslim ini kita dengan mudahnya melihat ajaran ajaran islam ditinggalkan. larangan-larangan dengan mudahnya dijalankan. banyak sekali diantara kita yang muslim sudah tidak yakin lagi akan ajaran islam.
saya masih teringat di tahun 2002 disaat saya ditemukan dengan seorang kawan dari Kazakstan. sebagian besar dari mereka adalah islam. tapi islam hanya sebagai identitas saja tak lebih dari itu. sholat ditinggalkan, quran tak pernah disentuh tetapi mabuk jalan terus.
akankah negeri kita seperti itu? Naudzubillah….
salah satu cara memperbaiki negeri kita dan umat islam yang bisa kita katakan sedang sakit adalah mulailah dari diri kita masing masing. mulailah kita perkuat dasar aqidah keislaman kita. tidak ada kata terlambat buat belajar. kita bersyukur diberi kemudahan dalam mencari ilmu di negeri kita. bisa lewat buku atau kajian kajian di masjid atau kantor kita.
perbaiki ibadah-ibadah kita. karena ibadah dapat menjadi kontrol bagi perilaku kita. tanamkan keyakinan hanya dengan menerapkan semua ajaran islam secara kaffah kita akan mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. kita tidak perlu malu dalam menerapkanya.
bacalah siroh siroh nabi dan shohabat yang begitu gigihnya dalam menegakkan ajaran islam.
bersihkan diri kita dan keluarga dari barang barang yang haram. mulailah kita persiapan generasi unggul setelah kita. karena mereka akan mengalami fitnah yang lebih besar dari kita. jangan sampai kita meninggalkan mereke dalam kondisi lemah.
niatkanlah diri kita untuk menjadi “Agent of Change”. agen yang akan mewarnai setiap sudut tempat yang kita singgahi dengan warna warna islami.
saya yakin semua dari kita pasti merindukan akan perubahan ke arah yang lebih baik. saya yakin semua dari kita tahu mana yang baik dan mana yang buruk . tapi karena sedemikian kotornya hati kita, kadang kita tidak dapat membedakan antara baik dan buruk.
setiap saat usahakan kita menimbang dan menimbang sebelum melakukan sesuatu. coba tanyakan pada nurani kita apakah yang akan kita lakukan itu baik atau buruk.
kalo buruk mulailah tinggalkan saat ini juga. kalo baik teruskan. mulailah bersihkan hati kita yang mungkin sangat kotor sehingga cahaya ilahi pun susah masuk. terangilah hati kita dengan bacaan bacaan Al quran.
setiap perbuatan yang kita lakukan akan dimintai pertanggung jawaban di akherat.
Dari Berbagai Sumber
BAB I
PENDAHULUIAN
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, kompetensi dasar, materi standar, dan hasil belajar, serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar dan tujuan pendidikan. Kurikulum untuk jenis pendidikan umum, kejuruan, dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Dan dalam makalah mandiri ini akan di bahas tentang langkah-langkah implementasi kurikulum 2006 pada madrasah, semoga makalah mandiri ini bermanfaat bagi semua dan khususnya bagi mahsiswa yang mempelajarai lebih dalam tentang mata kuliah Analisi dan Pengembangan Kurikulum.
BAB II
LANGKAH-LANGKAH IMPLEMENTASI KURIKULUM 2006
PADA MADRASAH
1. PENGERTIAN
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan pendidikan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah.
KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus.
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi , kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian.
2. HAKEKAT KURIKULUM
Esensi kurikulum ialah program, yakni program dalam mencapai tujuan pendidikan. Tujuan ini ditetapkan berdasarkan kehendak manusia, dan setiap manusia menghendaki terwujudnya manusia yang baik. Jadi, kurikulum harus berupa program untuk mengembangkan manusia agar menjadi “manusia yang baik”. manusia yang baik dalam perspektif Pendidikan Agama Islam adalah manusia Indonesia yang taat beragama dan berakhlak mulia, yaitu manusia yang berpengetahuan, rajin beribadah, cerdas, produktif, jujur, adil, etis, berdisiplin, bertoleransi (tasamuh), menjaga keharmonisan secara personal dan sosial serta mengembangkan budaya agama dalam komunitas sekolah.
3. POLA KURIKULUM 2006
PUSAT MENETAPKAN STANDAR-STANDAR :
a. STANDAR ISI (Permendiknas No.22 Tahun 2006)
b. STANDAR PROSES
c. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (Permendiknas No.23 Tahun 2006)
d. MADRASAH MENYUSUN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) yang berisi :
e. TUJUAN PENDIDIKAN
f. STRUKTUR & MUATAN
g. KALENDER PENDIDIKAN
h. SILABUS & RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)
a. STANDAR ISI
a. Standar Isi mencakup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan setiap jenjang dan jenis pendidikan tertentu.
b. Standar isi memuat :
c. Kerangka dasar
d. Struktur kurikulum
e. Beban belajar
f. Panduan kurikulum satuan pendidikan
g. Kalender pendidikan
b. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL)
a. Kualifikasi kemampuan lulusan yang menbcakup sikap, pengetahuan dan keterampilan
b. Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman dalam penilaian kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan
c. Standar kompetensi lulusan meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau seluruh kelompok mata pelajaran
c. KELOMPOK MATA PELAJARAN
a. Kurikulum pendidikan umum, kejuruan,
b. dan khusus meliputi kelompok mata
c. pelajaran:
d. Agama dan akhlak mulia
e. Kewarganegaraan dan kepribadian
f. Ilmu pengetahuan dan teknologi
g. Estetika
h. Jasmani, olah raga dan kesehatan.
d. STANDAR KOMPETENSI KELOMPOK MATA PELAJARAN
Kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang meggambarkan penguasaan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang diaharapakan dicapai pada setiap tingkat dan/atau semester untuk kelompok mata pelajaran tertentu
e. STANDAR KOMPETENSI MATA PELAJARAN
a. Kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang meggambarkan penguasaan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang diaharapkan dicapai pada setiap tingkat dan atau semester untuk mata pelajaran tertentu.
b. Standar kompetensi ini terdiri atas sejumlah kompetensi dasar sebagai acuan baku yang harus dicapai dan berlaku secara nasional
f. KOMPETENSI DASAR (KD) Sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan penyusunan indikator kompetensi Indikator kompetensi adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau di observasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran.
g. BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN (BSNP)
a. Badan mandiri, independen dan profesional, yang bertugas mengembangkan , memantau pelaksanaan, dan mengevaluasi pencapaian Standar Nasional Pendidikan yang dibentuk berdasarkan :
b. Peraturan Pemerintah No. 19/2005 dan
c. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 041P/2005
d. Secara struktural BSNP bertanggungjawab kepada Menteri Pendidikan Nasional
h. LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN SILABUS :
1. Mengkaji Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
- Mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran sebagaimana tercantum pada Standar Isi, dengan memperhatikan hal-hal berikut:
- urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi, tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI;
- keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata.pelajaran;keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran.
2. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran
o Mengidentifikasi materi pokok/pembelajaran yang menunjang pencapaian kompetensi dasar dengan mempertimbangkan:
o potensi peserta didik;
o relevansi dengan karakteristik daerah,
o tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spiritual peserta didik;
o kebermanfaatan bagi peserta didik;
o struktur keilmuan;
o aktualitas, kedalaman, dan keluasan materi pembelajaran;
o relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan; dan
o alokasi waktu.
3. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran
o Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarpeserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik.
o Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut.
o Kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada para pendidik, khususnya guru, agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional.
o Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar.
o Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran.
o Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar siswa, yaitu kegiatan siswa dan materi.
4. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi. Indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian.
5. Penentuan Jenis Penilaian Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.
6. Menentukan Alokasi Waktu Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar, keluasan, kedalaman, tingkat kesulitan, dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam.
7. Menentukan Sumber Belajar Sumber belajar adalah rujukan, objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran, yang berupa media cetak dan elektronik, narasumber, serta lingkungan fisik, alam, sosial, dan budaya. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi.
Contoh Model Silabus Format 1
SILABUS Nama Sekolah : .................................. Mata Pelajaran : .................................. Kelas/semester : .................................. Standar Kompetensi : .................................. Kompetensi Dasar : .................................. Alokasi Waktu : .................................. Sumber Belajar Alokasi Waktu Penilaian Indikator Kegiatan Pembelajaran Materi Pokok/ Pembelajaran.
Format 2
o Nama Sekolah: ………………..
o Mata Pelajaran: ……………….
o Kelas/Semester: ………………
o Standar Kompetensi : ……………….
o Kompetensi Dasar : ……………….
o Materi Pokok/Pembelajaran: ……………….
o Kegiatan Pembelajaran: ……………….
o Indikator: ……………….
o Penilaian: ……………….
o Alokasi Waktu ……………
o Sumber Belajar ……………
PENGEMBANGAN SILABUS BERKELANJUTAN Dalam implementasinya, silabus dijabarkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran, dilaksanakan, dievaluasi, dan ditindaklanjuti oleh masing-masing guru. Silabus harus dikaji dan dikembangkan secara berkelanjutan dengan memperhatikan masukan hasil evaluasi hasil belajar, evaluasi proses (pelaksanaan pembelajaran),dan evaluasi rencana pembelajaran.
PENGEMBANGAN KTSP :
o Madrasah mengembangkan dan menetap-kan KTSP sesuai kebutuhannya berdasar-kan pada:
o * UU No. 20 Th.2003
o * PP 19 Th. 2005
o * Permendiknas No. 22 & 23 Th.2006
o Madrasah dapat mengembangkan kuriku-lum dengan standar yang lebih tinggi drpd standar yang ada pada Permendiknas 22 & 23 Th.2006
o Pengembangan & Penetapan KTSP mem-perhatikan panduan yg disusun oleh BSNP
o KTSP MI ditetapkan oleh Kepala Madra-sah setelah mendapat pertimbangan dari Komite Madrasah.
WAKTU IMPLEMENTASI :
o Dapat dimulai Th. 2006/2007
o Paling lambat pada Th.2009/2010 (bila melebihi th tsb, harus izin Mendiknas)
o Madrasah yang telah UJI COBA KBK /KUR.2004 SECARA MENYELURUH, dapat menerapkan langsung Kurikulum 2006 secara menyeluruh pula.
o Penerapannya secara bertahap
PENTAHAPANNYA
o Tahun Pertama : Kelas I dan IV
o Tahun Kedua : Kelas I, II, IV dan V
o Tahun Ketiga : Kelas I, II, III, IV, V dan VI
PELAKSANAAN PENYUSUNAN KTSP
o ANALISIS KONTEKS
o 1. Identifikasi SI & SKL
o 2. Analisis terhadap kondisi madrasah:
o murid, guru, tenaga lain, sarpras, biaya
o dan program-program
o 3. Analisis SWOT terhadap:
o komite madrasah, dewan pendidikan,
o dinas pendidikan, asosiasi pofesi, dunia
o industri/kerja,SDA dan sosial budaya
MEKANISME PENYUSUNAN
1. Tim Penyusun
o Terdiri atas : guru, konselor, dan Kamad sebagai ketua merangkap anggota
o Pihak yg dilibatkan : komite madrasah, nara sumber dan pihak lain yg terkait.
2.Kegiatan
o -merupakan bagian dari kegiatan perencanaan
o -berbentuk RAKER/Lokakarya Madrasah
o atau kelompok madrasah (KKM)
3.Waktu
o Sebelum Tahun Ajaran Baru
4. Tahapan Penyusunan:
o Penyiapan dan penyusunan draf
o *Review dan revisi
o *Finalisasi
o *Pemantapan
o *Penilaian
5. Pemberlakuan
- Dokumen KTSP MI dinyatakan berlaku oleh kepala Madrasah setelah mendapat pertimbangan dari komite madrasah dan diketahui oleh kantor Departemen Agama (Kandepag) Kota atau Kabupaten setempat.
KETERANGAN STRUKTUR KURIKULUM
o Pendidikan Agama Islam terdiri atas: pengetahuan dasar dan pengalaman agama
o Pembelajaran pada kelas I s.d. III dilaksanakan melalui pendekatan tematik, sedangkan pada kelas IV s.d. VI dilaksanakan melalui pendekatan mata pelajaran.
o Total alokasi waktu per minggu kelas I=29 jam, kelas II=30 jam, kelas III=31 jam, kelas IV,V,VI=37 jam
o *) sesuai keperluan (misal: Bhs.Inggris, Bhs.Daerah,
o atau yang lainnya.)
o **) Ekuivalen 2 jam pembelajaran
BAB III
KESIMPULAN
Esensi kurikulum ialah program yakni program dalam mencapai tujuan pendidikan. Tujuan ini ditetapkan berdasarkan kehendak manusia, dan setiap manusia menghendaki terwujudnya manusia yang baik. Jadi, kurikulum harus berupa program untuk mengembangkan manusia agar menjadi “manusia yang baik”. manusia yang baik dalam perspektif Pendidikan Agama Islam adalah manusia Indonesia yang taat beragama dan berakhlak mulia, yaitu manusia yang berpengetahuan, rajin beribadah, cerdas, produktif, jujur, adil, etis, berdisiplin, bertoleransi (tasamuh), menjaga keharmonisan secara personal dan sosial serta mengembangkan budaya agama dalam komunitas sekolah.
DAFTAR PUSTAKA
Mulyasa, E. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung : Remaja Rosdakarya.
Mulyasa, E. 2002. Kurikulum Berbasis Kompetensi Konsep Karakteristik, dan Implementasi. Bandung : Remaja Rosdakarya.
Tasawuf
Bagikan
Kam pukul 11:02 | Sunting Catatan | Hapus
Tasawwuf berfungsi untuk Bersihkan Hati
09/07/2008 www.nu.or.id
Semakin hari, kehidupan terasa semakin sulit, setiap orang harus bersaing untuk bias bertahan dalam menjalani kehidupan. Banyak diantara orang yang gagal menjadi stress atau putus asa. Disinilah tasawwuf berperan untuk menjaga keseimbangan hati dan ssebagai upaya agar tidak selalu ingat kepada Allah yang telah menentukan segalanya. Berikut ini wawancara Mukafi Niam dengan Ketua Jam’iyyah Ahlith Thariqah al Mu’tabarah An Nahdliyyah (Jatman) Habib Lutfi bin Ali bin Yahya tentang peranan tasawwuf bagi masyarakat disela-sela Munas Jatman yang diselenggarakan pada 28-31 Juni 2008 lalu di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta.
Apa manfaat tasawwuf untuk masa modern sekarang ini?
Tasawwuf itu tidak hanya bermanfaat untuk masa modern sekarang ini saja, sampai sepanjang masa diperlukan karena dunia tasawwuf mencerminkan pekerjaan hati, supaya bersih dari segala bentuk yang menyebabkan kesyirikan. Kesyirikan itu kan luas, contohnya kita makan, kalau tidak makan kita berkeyakinan akan mati, apa nasi bisa bikin hidup orang?. Keyakinan sehat adalah segalanya, penyakit tidak bisa bikin mati orang! Penyakit bukan tuhan, inilah diantara jenis kemusyrikan.
Bagaimana hati kita bersih dari syirik kecil, lebih-lebih syirik besar, letaknya tidak di bibir, di mata, tetapi di hati. Sumber dari perbuatan yang kurang baik dan kurang terpuji di sisi Allah adalah kealpaan, lupa kepada yang maha kuasa sehingga timbulnya riya, hasud, dengki, dan sebagainya ini karena kita lupa.
Bagaimana kita bisa bercermin? kita kan memiliki idola, yaitu Rasulullah. Mulut kita bercermin pada Rasulullah, pandangan kita bercermin pada Rasulullah. Tugas tasawwuf membersihkan, supaya kita bersih dalam menjalankan amal dan budi pekerti yang baik. Kalau kita menjalankan syariah, amal ubudiyah tidak didorong atau diwarnai oleh hawa nafsu.
Bagaimana agar kita jeli mana dorongan hawa nafsu dan bukan, tasawwuf yang memberi pelajaran, dan mana yang keluar dari hati yang berkiblat pada kitabullah dan sunnnati rasulullah.
Kalau tarekat sendiri bagaimana, apa bedanya dengan tasawwuf?
Tasawwuf adalah buah daripada tarekat. Tarekat bersumber pada “Bersembahlah sujudlah kamu kepada Allah seolah-olah kamu melihatnya kalau belum mampu merasa didengar dan dilihat oleh Allah. Kalau kita sudah merasa didengar dan dilihat oleh Allah, mungkinkan kita berbuat yang tidak baik, paling tidak akan menimbulkan rasa malu, kalau sudah seperti itu akan ada koreksi dan introspeksi. Kalau kita sudah malu, menjadikan kita takut, tapi takut dalam pengertian takwa.
Yang namanya ibadah, tak hanya sholat tetapi juga bekerja. Andainya kita mati di tengah jalan, kita mati syahid. Hansip contohnya, niatnya menjaga lingkungan masyarakat, walaupun dia berjalan-jalan, tak membaca tasbih, tetapi itu sudah ibadah. Luas sekali arti ibadah.
Di sinilah tarekat berperan sebagai la ilaha illallah untuk mengganti ukiran hati yang banyak lupa kepada Allah. Bagaimana kita bercermin pada akhlak rasulullah, hati kita dicuci. Yang tadinya lihat orang tentram, kita nga senang, lihat orang bahagia kita nga senang, ada orang diberi pangkat, entah itu pangkat ukhrawi atau duniawi, kita nga senang, tetangga kita kaya malah tidak bangga, inilah diantaranya. Ini semuanya di hati. Hati kita dicuci sehingga kita betul-betul bisa mencapai alaa bidkhirillahi tatmainnul kulub (berzikir kepada Allah akan menenteramkan hati).
Tasawwuf sangat membantu masyarakat kota untuk menjaga keseimbangan batin?
Ya, diantaranya itu. Kita berharap hidup ini bias seperti ikan, hidup di laut, tetapi tidak asin karena memiliki prinsip dan kepribadian. Misalnya pengertian zuhud di sini untuk membersihkan ketaallukan (ketundukan) pada bentuk duniawi, bukan meninggalkan duniawi, jangan salah faham. Bagaimana kita bisa berhaji atau berzakat. Kita ingin bisa berhaji, bukan dihajikan, kita ingin berzakat, bukan dizakati, ya kan. Membersihkan hati pada keterkaitan pada selain Allah. Kita mutlak kembalikan pada Allah sehingga kita kaya, kita dekat dengan pemberi kekayaan, bukan pada kekayaannya, sehingga kita tidak memiliki kekuatiran akan urusan harta. Kekuatiran kita pada pada kondisi iman kita. Kalau kita tidak kuatir tak akan menjaga, apa yang diberi Allah.
Belakangan ini banyak tumbuh aliaran baru, termasuk dalam terekat. Bagaimana Jatman memandang hal ini?
Sebaiknya kita tidak mengatakan aliran ini itu dan sebagainya, Yang penting bagaimana kita mempelajari tasawwuf yang sesuai dengan ajaran assunah dan al Qur’an yang telah diterangkan ahli tasawwuf yang benar. Itu saja yang kita pelajari, nanti kita tahu mana yang benar dan tidak, daripada nanti kita mengatakan munculnya kelompok ini atau itu.
Kalau sulit menentukan aliran mana yang layak diikuti, tanyakan pada guru-guru yang benar-benar mumpuni dalam ilmu tasawwuf sehingga kita tidak sesat dalam mamahaminya, sebab bahasa dalam bahasa tasawwuf sulit. Seperti ungkapan “hiasi dirimu dengan kemaksiatan", padahal maksudnya hiasilah dirimu dengan perasaan banyak dosa, jangan menghiasi dirimu perasaan banyak amalnya.
Mengapa tasawwuf menggunakan bahasa yang tinggi, supaya kaum yang baru, kaum mubtadiin (orang awam), mempelajari hal-hal mendasar dalam Islam seperti caranya wudhu, sholat, sifat Allah, dan sebagainya. Setelah itu cukup, baru mempelajari dunia tasawwuf. Jadi masuk tasawwuf bukan sebagai pelarian, untuk mencari ketenangan. Setelah kita belajar syariatnya, nanti kita betul-betul memahami dimana letaknya tasawwuf.
Bagaimana kalangan tarekat mensikapi politik?
Kita harus menjaga jamiyyah tarekat dari kepentingan politik, tetapi jamiyyah tarekat tidak menghalangi hak individunya dalam menunaikan demokrasinya, asal tidak membawa nama jamiyyah tarekatnya. Jadi wadah ini utuh. Ini yang penting, Kita tidak membenarkan golput, manfaatkan hak dan berilah ketauladanan dari jamaah terakat. Pilgub harus kita jadikan supaya pendewasaan, menambah wawasan yang luas, entah wawasan kebangsaan, agama dan lainnya. Akhirnya kita bisa menjadi contoh bagi ummat dan bangsa yang dalam keadaan dahaga.
Benarkan hanya di Indonesia jamiyyah tarekat ini yang bisa menyatukan seluruh aliran tarekat muktabarah?
Kalau di Indonesia memang semua tarekat bisa kumpul. Masing-masing tarekat punya kelebihan, setiap manusia pun diberi kelebihan masing-masing individunya, tetapi tak harus dijadikan kelebihan dan kekurangan seseorang untuk saling merendahkan. Kelebihan harus bisa menutupi kekurangan yang lain sehingga harus saling mengisi.
Mungkinkan konsep ini bisa dikembangkan ke wilayah lain?
Semoga saja, harapaan kita sama, kebersamaan diantara berbagai aliran tarekat bisa dikembangkan ke kawasan dunia lainnya. (mkf)
